Produk Unggulan Mitra Binaan Dipamerkan di Bandara Ngurah Rai

Rabu, 26 Oktober 2016 : 19.33
General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi meninjau Mitra Binaan Fair 
MANGUPURA - Beragam produk hasil kerajinan khas Bali dari mitra binaan pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti kain tenun hingga lukisan selama sepekan dipamerkan di sekitar Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Kegiatan dikemas dalam pameran Mitra Binaan Fair untuk sementara dilaksanakan di terminal domestik dengan sasaran para penumpang atau wisatawan dalam negeri yang hendak meninggalkan Pulau Bali.

Kadisperindag Kabupaten Gianyar Wayan Suamba mewakili Disperindag Prov Bali dan Yanus Suprayogi selaku General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, membuka pameran Rabu (26/10/2016).

Selain itu, hadir perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali, Disperindag Kota Denpasar, Disperindag Badung dan Disperindag Gianyar.

Dalam kesempatan itu, GM Bandara Ngurah Rai Yanus menyatakan, debagai sebuah perusahaan, Angkasa Pura I turut mendukung dan membina UKM sehingga dapat menciptakan produk khas lokal yang berkualitas.

"Tentu saja ini, produk khas lokal Bali turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Yanus.

Pameran diselenggarakan mulai tanggal 26 Oktober – 1 November 2016 ini mengambil tema “Magnificent Art of Dewata Island”.

Sesuai dengan tema, sebanyak 10 penggerak UMKM yang merupakan mitra binaan kami akan menggelar produk – produk kerajinan khas Pulau Dewata.

"Kita berikan untuk 10 mitra binaan dahulu, semuanya adalah pengrajin lokal karena kami ingin mendukung dan menumbuhkembangkan industri kerajinan di Bali,” sambungnya.

Untuk sementara, pemeran dilaksanakan di Terminal Domestik dan nantinya akan dievaluasi serta tidak tertutup kemungkinan akan digelar pula di Terminal Internasional.

"Ini pameran pertama kali kami gelar, tidak semua bisa dipamerkan, karena tempatnya tidak cukup," imbuhnya. Meski demikian nantinya, peserta mitra binaan akan diberi kesempatan saam memarkan karya-karyanya.

Soal produk sepenuhnya diserahkan kepada para pelaku UKM, yang lebih mengetahui produk unggulan apa yang berkualitas dan menarik pengunjung.

Pihaknya hanya sebatas menjembatani agar karya perajin atau pelaku UKM mitra binaan bisa dikenal masyarakat luas. Ajang ini juga sebagai bentuk kontribusi langsung mitra binaan terhadap keberadaan bandara.

"Kita berusaha membuat mitra biaan ini, tidak sekedar diberi modal kemudian dilepas begitu saja, tetapi kita harus memberikan pembinaan," tandasnya. Pihaknya memiliki mitra binaan cukup banyak mencapai 4300 mitra binaan tersebar di 9 kabupaten dan kota.

Pembinaan dalam artian, bagaimana pengusaha kecil itu bisa berkembang. Ada yang memiliki modal sedikit, namun memiliki kreativitas yang diberikan pembinaan dan ruang agar produknya bisa ditampilkan.

UMKM yang berkesempatan ikut dalam Mitra Binaan Fair 2016 ini berasal dari Kota Denpasar, Badung dan Gianyar yang bergerak di bidang fashion, handycraft, industri herbal, perak dan lukisan.

Selama 1 minggu, pameran ini dibuka untuk pengunjung bandara mulai pukul 07.00 Wita sampai pukul 21.00 Wita.

Selain dilaksanakan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, pelaksanaan pameran ini juga dilaksanakan di 3 bandar udara besar lainnya, seperti : Bandar Udara Juanda – Surabaya, Bandar Udara Sultan Hasanuddin – Makassar, dan Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan – Balikpapan.

Dalam kesempatan itu, Kadisperindah Gianyar Wayan Suamba menyatakan apresiasinya atas inisiatif Bandara Ngurah Rai yang membantu mendorong kreativitas pelaku usaha yang menjadi mitra binaan.

"Bagi kami pameran ini sangat pentinh, apalagi 80 persen kerajinan atau produk unggulan di Bali itu berasal dari Gianyar," imbuhnya. (rhm)



Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi