Petugas Bersihkan Trotoar di Denpasar dari Pedagang Kali Lima

Senin, 10 Oktober 2016 : 16.00
DENPASAR- Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Yustisi Kota Denpasar menertibkan para pedagang kaki lima yang tumpah ruah di trotoar dan badan jalan di sekitar Pasar Sanglah.

Tim yustisi terdiri unsur TNI, Polri, Polsek Densel, Polresta, Pengadilan dan Kejaksaan, DKP Kota Denpasar, DTRP Kota Denpasar Kecamatan Densel, serta aparat Desa setempat menindak tegas para Pedagang Kaki Lima (PKL).Senin pagi (10/10).

Kabid Penertibaan Umum dan Kesejahteraan Masyarakat I Ketut Gede Gunawan, penertiban ini berlangsung cepat dan tegas dengan menertiban puluhan PKL yang tumpah kejalanan.

Meski sempat bersitegang dengan para PKL ini, karena mereka beberapa mengaku sudah membayar sewa untuk berjualan kepada pemilik toko yang ada di Pasar Sangglah, guna berjualan di depan ruko, tetapi Tim Yustisi menindak tegas semua PKL ini karena sudah melanggar ketertiban bejualan dengan menggunakan badan jalan.

Para PKL ini padahal sudah diperingati dan di himbau setiap hari oleh aparat Satpol PP untuk tidak berjualan sampai keluar ke badan jalan, akan tetapi masih saja membandel dan berjualan di badan jalan.

“Kami sudah sangat sering memperingati para PKL ini dan mengikuti prosedur yang berlaku, akan tetapi masih saja ada pedagang yang bertahan," katanya.

Petugas PP sudah memberi kebijakan dan menunggu beberapa waktu untuk tidak berjualan sampai tumpah kejalan melewati jam operasional pasar pagi, kalau masih saja bandel tetap diangkut dan ditindak tegas.

Selain itu, para PKL yang berjualan diatas trotoar dan badan jalan ini juga sudah jelas melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum dan melanggar Pasal 22 tentang tertib berjualan, dengan ancaman denda pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda paling besar mencapai 25 juta rupiah.

Jadi penertiban para PKL yang tumpah ke jalan ini sudah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang ada, yang mana para PKL yang menlanggar ini akan disidang timpiringkan nantinya sesuai dengan ketentuan hokum yang berlaku. (gek).



Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi