Petani Jembrana Keluhkan Anjloknya Harga Kacang Tanah

Minggu, 09 Oktober 2016 : 02.43
JEMBRANA- Memasuki musim panen ditandai anjloknya harga kacang tanah belakangan ini memukul usaha para petani di Kabupaten Jembrana Bali

Sejumlah petani kacang tanah di Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo pada musim panen kali ini terancam merugi lantaran harga kacang tanah basah anjlok.

"Kalau begini saya pusing pak, jangan-jangan modal tidak kembali,” ujar Ketut Naya, petani kacang tanah, Sabtu (8/10/2016).

Saat musim panen hari harga kacang tanah basah hanya terjual Rp 6000 per kilonya. Sedangkan sebulan sebelum panen harganya Rp 10 ribu per-kilonya.

"Banyangin saja harganya di tingkat petani hanya Rp 6000 per-kilo. Sedangkan harga bibitnya Rp 15 ribu perkilo. Apa tidak puyeng petani. Belum lagi biaya produksi yang sangat tinggi,” keluhnya.

Harga Rp 6000 per kilo petani hanya bisa memproleh hasil Rp 4 juta dalam 10 are tanaman kacang tanah. Sementara biaya produksi mulai pengolahan lahan hingga panen dengan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan mencapai Rp 3,5 juta tiap 10 are.

Menurut Naya dan sejumlah petani lainnya, anjloknya harga selain dipengaruhi masa panen bersamaan di Jembrana, juga karena saat ini sudah masuk musim penghujan.

Dimana saat musim hujan kualitas kacang tanah yang dihasilkan petani kurang baik. "Mau bilang apa lagi, kenyataannya sudah begini. Mudah-mudahan saja modalnya kembali,” tutupnya.(KN-2)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi