Pengusaha Galian C Diminta Jangan Obral Janji ke Warga

Kamis, 13 Oktober 2016 : 13.54
JEMBRANA - Pengusaha galian C yang beroperasi di Banjar Sekar Kejule, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo Jembrana diminta tidak gampang obral janji ke warga jika kemudian tidak bisa menepatinua.

Setelah aktivitas galian C ditutup karena masa berlaku izin berakhir dan ada penolakan warga, pengusaha galian langsung menemui Ketua BPD Yehembang untuk berkordinasi.

Dalam koordinasi itu, pengusaha galian C di dua banjar yang ada di Desa Yehembang Kauh obral janji dengan harapan, warga masyarakat mau menerima keberadaan mereka.

Pengusaha galian sudah menemui warga setelah masa berlaku izinnya sudah habis.

"Sama seperti sebelum-sebelumnya, mereka tetap obral janji mau memperbaiki jalan. Tapi janji itu tidak pernah ditepati,” terang Ketua BPD Yehembang Gusti Ngurah Anom, Kamis (13/10/2016).

Pihak pengusaha galian C berjanji akan memperbaiki jalan yang rusak tersebut secepatnya.

Bahkan mereka berjanji akan memperbaiki jalan lebih dulu sebelum melanjutkan pekerjaan bagian ke dua atau setelah mendapatkan perpanjangan izin.

Janji itu menurut Ngurah Anom sudah terlalu sering diucapkan, namun belum pernah terujud.

Karena itu pihaknya mendesak pengusaha galian agar segera menepati janjinya untuk memperbaiki jalan yang rusak.

"Jika perlu kami mohon kepada pihak pemerintah provinsi agar jangan dulu memberikan perpanjangan izin sebelum jalan yang rusak diperbaiki,” imbuhnya.

Perbekel Yehembang I Made Semadi mengatakan, pihak pengusaha galian C di Yehembang Kauh terlalu banyak berjanji. Namun janji tersebut tidak pernah ditepati.

"Janjinya terlalu muluk-muluk karena kami yakin mereka tidak akan bisa memperbaiki jalan berhotmix. Sedangkan untuk bayar alat berat aja susah,” ketusnya. (KN-2)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi