Pemerintah Fokuskan Pertanian Desa untuk Genjot Kedaulatan Pangan

Rabu, 19 Oktober 2016 : 06.57
LAMPUNG – Pemerintah terus mendorong upaya memfokuskan bidang pertanian di desa mengingat 80 masyarakat desa hidup dari bertani guna mendongkrak kedaulatan pangan.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo menyatakan itu pada Seminar Nasional Kedaulatan Pangan di Aula Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Selasa (18/10/2016).

Potensi tersebut memungkinkan bagi desa untuk menjadi motor penggerak ekonomi negara.

Kata Eko, desa harus memiliki fokus. Program One Village One Product (satu desa satu produk) bisa menciptakan skala produksi sehingga sarana pasca panen bisa masuk,

Kemajuan negara akan memberikan impact (dampak) pada ketahanan pangan. Dalam hal ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dapat berperan sebagai penyalur pangan sehingga harga menjadi terkendali.

BUMDes bisa membentuk sarana pasca panen melalui bantuan pihak swasta. Menurut Mendes Eko, pihak swasta yang masuk ke pasca panen PPh-nya (Pajak Penghasilan) akan dikurangi 10-15 persen.

“Presiden memberikan kewenangan kepada desa untuk mengelola ekonominya. Tahun ini pemerintah pusat mengucurkan Dana Desa Rp46,9 Triliun dan tiap tahun akan terus bertambah. Dana tersebut bisa digunakan untuk pengembangan ekonomi salah satunya dengan membentuk BUMDes,” ujarnya.

Desa memiliki potensi besar untuk menjadi desa mandiri. Namun tentunya, hal tersebut tidak terlepas dari dukungan gubernur, bupati dan camat.

 "BUMDes yang ditangani BUMN geraknya cepat. Rencana ke depan akan membentuk Holding BUMDes dengan BUMN,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Gubernur Lampung Ridho Ricardo mengungkapkan, 97 desa di 14 kabupaten di Lampung adalah sebagai desa pangan.

Produksi padi lampung adalah yang terbesar ke dua di Sumatera dengan produksi sebanayak 3,322 juta ton per tahun, dan produksi jagung sebanyak 1,9 juta ton per tahun. Tidak hanya itu, Lampung juga kaya akan produk hasil perkebunan, yakni kopi robusta dan lada hitam.

"Saat ini kita memperkuat infrastruktur pertanian dengan perbaikan irigasi-irigasi yang ada dengan bantuan ratusan pompa air. Kita juga buat embung, selain itu mencoba untuk keluar dari sistem pupuk nasional. Karena ketahanan pangan erat kaitannya dengan ketersediaan air,” ujarnya (des)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi