OJK Targetkan 2 Persen Literasi Keuangan

Selasa, 11 Oktober 2016 : 23.45
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Agus Sugiarto 
KUTA-  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan dua persen setiap lembaga jasa keuangan di Indonesia bisa membentuk unit literasi keuangan guna melakukan edukasi dan peningkatan pemahaman masyarakat lebih terarah dan berkelanjutan.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Agus Sugiarto mengungkapkan, saat ini, pihak yang melakukan literasi tidak jelas koordinasinya bisa orang konsep, humas, produk, marketing atau AO (account officer).

"Kami akan atur ada satu tempat yang terkoordinasi yaitu unit literasi," katanya di sela Sosialisasi Peraturan Edukasi dan Perlindungan Konsumen kepada lembaga jasa keuangan di Kuta, Kabupaten Badung, Selasa (11/10/2016).

Untuk lembaga jasa keuangan (LJK) yang memiliki aset besar, pihaknya mengimbau agar dibentuk unit literasi keuangan.

Sebaliknya, bagi LJK yang beraset dan modal kecil diperbolehkan membentuk fungsi literasi keuangan.

"Nantinya aturan terkait pembentukan unit tersebut akan diatur dalam peraturan OJK menyangkut peningkatan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan untuk konsumen dan masyarakat yang saat ini masih dalam rancangan," tandasnya.

Sedangkan biaya pembentukan unit atau fungsi literasi keuangan itu dia menyarankan bisa dianggarkan biaya bank atau tanggungjawab sosial perusahaan atau CSR.

Disebutkan, OJK mengawasi kurang lebih 2.977 lembaga keuangan.

Dengan begitu, jika setiap lembaga jasa keuangan membuat minimal satu kegiatan literasi, maka setiap tahun kita punya tiga ribu kegiatan literasi, membantu masyarakat pintar dan melek keuangan.

Adanya peningkatan literasi keuangan kepada masyarakat yang lebih terarah dan berkelanjutan melalui unit atau fungsi tersebut maka diharapkan masyarakat tidak mudah tergiur investasi bodong dan praktik tidak bertanggungjawab lainnya. (rhm)
Berita Pilihan
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi