Nikmati Pengalaman 7 Museum RI dengan Teknologi Google Art Camera

Jumat, 28 Oktober 2016 : 18.16
JAKARTA- teknologi Google Art Camera untuk pertama kalinya. berhasil merekam lebih dari 1000 koleksi Batik dan tekstil bersejarah di Indonesia ke ruang digital.

Tur virtual 3600 sekarang dilengkapi dengan Google Cardboard, membuka akses bagi siapa saja untuk mengapresiasi sejarah dan ragam budaya Indonesia dengan cara yang baru dan inovatif.

JIndonesia dengan begitu banyak peninggalan budaya, seni rupa dan sejarah dari masa lampau hanya bisa dinikmati apabila kita berkunjung ke museum atau sarana peninggalan bersejarah lainnya.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, dan kemudahan akses informasi melalui Internet, semua orang di seluruh dunia mencari informasi melalui dunia maya.

Setahun lalu Google Arts & Culture telah bekerja sama dengan Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko serta Museum Nasional untuk membantu melestarikan warisan Indonesia secara digital.

Atas dasar tersebut, hari ini 7 museum dan institusi di Indonesia ditambahkan ke dalam platform Google Arts & Culture lewat sebuah teknologi baru bernama Art Camera dan Google Cardboard.

Sebagai usaha untuk melestarikan warisan budaya bagi generasi mendatang dan mempromosikannya ke kancah dunia, peluncuran hari ini diharapkan memberi pengalaman berbeda melalui teknologi baru yang diperkenalkan pada acara di Museum Nasional hari ini.

Adapun 7 museum tersebut adalah Museum Tekstil dan Museum Seni Rupa & Keramik, Galeri Batik, Monumen Nasional (MONAS), Museum Purbakala Sangiran, Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan and Ratu Boko, Yayasan Biennale Yogyakarta, dan Agung Rai Museum of Art (ARMA).

Bersama dengan Yayasan Batik Indonesia, sebuah inisiasi dicanangkan untuk membawa lebih dari 1000 koleksi Batik dan tekstil bersejarah ke ruang digital melalui teknologi kamera resolusi gigapixel bernama Art Camera yang dapat menangkap goresan batik Indonesia dengan sangat detail.

Selain itu, para pelajar, peneliti dan juga penikmat seni di Indonesia dan seluruh dunia bisa mendapatkan pengalaman nyata berada di museum lewat teknologi virtual reality bernama Google Cardboard.

Semua ini juga dapat diaskes dengan mudah melalui ponsel lewat aplikasi Google Arts & Culture yang tersedia di Android dan iOs. (des)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi