Menkominfo Rudiantara Harapkan Konten Media Mendidik dan Mencerahkan

Senin, 24 Oktober 2016 : 19.55
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (foto:kabarnusa)
NUSA DUA - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan pentingnya peran media dalam penyebaran informasi publik karenanya diharapkan konten-konten yang disampaikan hendaknya mendidik dan mencerahkan masyarakat.

Ditegaskannya, media memiliki peran signifikan dalam hal literasi masyarakat.  Secara khusus, media dapat menjadi saluran penyebaran informasi publik, partisipasi masyarakat, opini publik, hak-hak sipil dan pembentukan nilai-nilai demokrasi.

Kata Rudiantara, media juga memainkan peran penting dalam menjembatani perbedaan.

"Dengan media, informasi dapat disampaikan kepada masyarakat yang memberikan pemahaman publik melalui konten yang mencerahkan dan mendidik," ujarnya dalam pembukaan Asia Pacific Broadcasting Union (ABU) General Assembly ke-53 di Nusa Dua Bali, Senin (24/10/2016).

Menurutnya, media harus menjalankan informasi, pendidikan, hiburan dan fungsi kontrol sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Selain itu juga memberikan informasi yang akurat, cepat, edukatif dan inspiratif," tegasnya lagi.

Pada acara pembukaan, Rudiantara menyambut seluruh peserta dan menegaskan sebagai tuan rumah, Indonesia akan mengedepankan visi kebangsaan dan keseragaman berbangsa.

"Dan tentunya akan memperkenalkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara berdaulat. Bhinneka Tunggal Ika, unity in diversity," tandasnya.

Menkominfo memaparkan kondisi Indonesia dari aspek keragaman bangsa dan luasan wilayah. “Indonesia adalah bangsa beragaman.

Ada lebih dari 250 juta penduduk Indonesia, membuat kita bangsa terpadat keempat di dunia. Kami memiliki lebih dari 300 kelompok etnis, yang berbicara lebih dari 740 bahasa.

"Kami adalah sebuah kepulauan dari 17.000 pulau, hanya 6.000 yang dihuni. Kami memiliki daratan yang menyebar selebar benua Eropa,” paparnya.

Mengenai media di Indonesia, disebutkannya, sebagai salah satu keuntungan bagi rakyat Indonesia. Saat ini terdapat televisi penyiaran publik dikenal sebagai Televisi Republik Indonesia (TVRI) dengan 24 stasiun lokal dan 376 stasiun relay.

Selain itu, memiliki 847 stasiun TV milik swasta terdiri dari 10 TV dengan jaringan nasional dan sisanya adalah televisi lokal.

Indonesia juga memiliki satu radio publik dikenal sebagai Radio Republik Indonesia (RRI) dengan 92 stasiun lokal dan 148 stasiun relay.

Ada sekitar 1.165 stasiun radio lokal. Dari angka-angka di atas, itu adalah keuntungan besar bagi Rakyat Indonesia," tuturnya.

Keuntungan itu dapat dimaksimalkan dengan adanya peran aktif media sebagai salah satu penggerak dinamika demokrasi dan globalisasi di Indonesia.

"Saat ini, globalisme harus inklusif bukan ekslusif. Ini harus keanekaragaman dari pada keseragaman. Ini harus bersatu dari pada membagi.

Ini juga harus diarahkan untuk mengatasi tantangan global umum dari pada diarahkan pada kelompok tertentu negara. Tentunya harus kerjasama dari pada konfrontasi. Selain modernisasi, pembangunan, masyarakat terbuka, konektivitas, demokrasi harus menjadi faktor penggerak yang mengubah wajah media," jelas Rudiantara.

Diakhir sambutannya Menkominfo berharap semua praktisi penyiaran akan mendapatkan wawasan, bertukar pengalaman dan mempromosikan kerjasama masa depan di bidang penyiaran. (rhm)





Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi