Kakek 65 Tahun Tewas Usai Ngamar di Bungalow dengan Janda

Selasa, 25 Oktober 2016 : 05.52
ilustrasi/net
TABANAN - I Made S (65) alias seorang kakek asal Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali, tewas dalam perjalanan ke RSU Tabanan usai ngamar di Bungalow (Pondok Wisata) "Bagus" dengan Ni Wayan S (59) di Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (23/10/2016)

Informasi di lapangan, sebelum meninggal Made S sekitar pukul 19.00 menjemput temannya Ni Wayan S alias janda yang berprofesi sebagai buruh batako.

Mereka berdua lalu menuju ke bungalow "Bagus" di Banjar Buruan Kelod, Desa Buruan, Kecamatan Penebel yang lokasinya tak jauh dari rumah si janda.

Sesampainya di Bungalow, keduanya masuk ke kamar nomor Dua. Sewaktu berada di dalam kamar, sang kakek yang berprofesi sebagai tukang traktor ini mengeluh merasa panas.

Korban S lantas membuka celana panjangnya. Dengan mengenakan celana pendek dan kaos dan keduanya tiduran di kasur.

Sambil tiduran, keduanya lantas ngobrol. Namun dalam obrolan tersebut tiba-tiba korban nafasnya tersengal - sengal, terlihat seperti sesak napas.

Melihat hal tersebut, Wayan S lantas keluar kamar memanggil penjaga bungalow  Kadek Widiasih (31) dan bersama - sama mengecek keadaan Made S.

Penjaga bungalow yang juga saksi ini kemudian petugas bungalow lainnya  saksi Gusti Eka Laksana (45)  dan menghubungi ambulance BRSU Tabanan.

Sang kakek yang masih terlihat nafasnya tersengal-sengal tersebut kemudian dibawa dengan ambulance untuk perawatan lebih lanjut ke BRSU Tabanan yang berjarak sekitar 10 Km.

Namun sesampainya di RSU Tabanan, kakek I Made S dinyatakan sudah meninggal dunia (Meninggal dunia dalam perjalanan / Death On Arrival ).

Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Putu Oka Suyasa seizin Kapolres Tabanan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Petugas kepolisian mendapat laporan kasus tersebut langsung melakukan olah TKP di Bungalow dan mendengarkan keterangan saksi. Polisi juga sudah  melakukan pemeriksaan terhadap korban di kamar mayat RSU Tabanan.

Berdasarkan pemeriksaan dokter di RSU Tabanan, korban dinyatakan meninggal karena serangan jantung. Pemeriksaan pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan serta tidak ada keluar air mani pada kemaluan, juga tidak ada kotoran di dubur.

"Korban meninggal karena serangan jantung. Informasi dari keluraganya, korban punya riwayat sakit jatung. Namun tidak mau berobat karena takut disuntik," kata Suyasa sambil menambahkan pemeriksaan di TKP tidak ditemukan adanya obat kuat atau obat-obatan lainnya. (gus)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi