HSBC Dukung Pembentukan Asosiasi Dosen untuk Pengembangan Keuangan dan Ekonomi

Kamis, 20 Oktober 2016 : 17.31
JAKARTA - HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University (SU) mendukung pembentukan Association of Lectures for Financial and Economic Development (ALFED).

ALFED merupakan sebuah asosiasi yang menjadi wadah bagi para dosen di seluruh Indonesia untuk mengembangkan sektor keuangan dan ekonomi di daerah masing-masing.

Pengembangan ekonomi dan keuangan di Indonesia dihadapkan pada tantangan yang fundamental terkait edukasi keuangan. Tantangan edukasi keuangan ini pun sangat beragam di setiap daerah, sehingga tidak ada satu solusi yang bisa menyelesaikan seluruh permasalahan itu secara bersamaan (one fits all solution). 

 ALFED terbentuk sebagai salah satu strategi dari kerja sama jangka panjang antara HSBC dan PSF yang bertujuan untuk meningkatkan literasi perbankan dan keuangan.

Sebelumnya, kerja sama yang berlangsung selama 3 tahun ini juga telah melahirkan inisiatif - inisiatif seperti pendirian program studi Perbankan dan Keuangan di Sampoerna University, serta mencetuskan beberapa program pengembangan.

Sebut saja Training of Trainer (ToT) yang menyasar dosen-dosen dari puluhan kampus di berbagai penjuru tanah air, serta Professional Development Program (PDP) yang merangkul puluhan bankir muda dari puluhan bank daerah.

“Keberadaan ALFED, kami berharap dapat mengidentifikasi secara tepat tantangan dan kebutuhan setiap daerah terhadap keuangan dan perbankan, sehingga proses edukasi akan tepat sasaran,” tutur Senior Vice President and Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia Nuni Sutyoko dalam keterangan tertulisnya,  Kamis (20/10/2016). .

Dengan demikian, dosen bisa menjadi agen perubahan dan setiap daerah dapat tumbuh sesuai dengan karakteristiknya masing-masing, sehingga menguntungkan masyarakat,” lanjutnya saat peluncuran ALFED di Jakarta.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof. Dr. Sri Adiningsih menyampaikan pentingnya peran dosen dalam pengembangan sektor keuangan dan ekonomi.

Sesi dilanjutkan dengan diskusi terbuka bersama Toto Zurianto, Kepala Departemen Learning and Assessment Center OJK Institute, Steven Suryana, Senior Vice President and Head of Wealth Management HSBC Indonesia, dan., selaku perwakilan ALFED.

Toto Zurianto mengharapkan kehadiran ALFED bisa menghidupkan usaha-usaha pertumbuhan ekonomi dan keuangan di daerah.

“Pengembangan edukasi keuangan yang optimal dapat terjadi dengan adanya sinkronisasi antara pemerintah, NGO, asosiasi, para pendidik, juga pihak swasta melalui penyelenggaraan program yang saling mendukung. Hal ini tentu akan membawa dampak yang lebih besar bagi masyarakat, daripada program yang berdiri sendiri-sendiri,” ujar Toto yang ikut hadir dalam peluncuran ALFED.

Selain bisa mendorong lahirnya agen-agen perubahan yang diawali oleh para dosen, ALFED juga diharapkan bisa menjadi media berbagi pengetahuan (knowledge transfer) bagi setiap anggota.

Selama ini, belum ada medium yang dapat mempertemukan para dosen dari seluruh Indonesia untuk membahas pemikiran, berbagi kisah sukses, ataupun tantangan edukasi keuangan yang mereka temui di setiap daerah.

Sejumlah program community development yang telah diselenggarakan anggota ALFED pada tahun ini akan menjadi studi kasus awal dan akan terus dikembangkan dari tahun ke tahun,” ujar Bambang Setiono Ph.D., Ketua Umum ALFED yang juga dosen di Sampoerna University.

Tujuh solusi pengembangan ekonomi dan keuangan di daerah berdasarkan ALFED

Para anggota ALFED yang terdiri dari dosen-dosen dari puluhan kampus di seluruh Indonesia juga mendiskusikan mengenai tantangan dan peluang pengembangan ekonomi dan keuangan di daerah.

Dari identifikasi awal, ALFED mengusulkan tujuh solusi utama terkait edukasi keuangan di daerah. Solusi-solusi ini nantinya akan dijadikan landasan bagi para anggota ALFED dalam merancang kegiatan-kegiatan di tingkat Koordinator Daerah (Korda). Saat ini, sudah terdapat 15 Korda yang tersebar dari barat, tengah, hingga ke timur Indonesia.

Tujuh solusi utama yang diidentifikasi ALFED terkait pengembangan ekonomi dan keuangan di daerah adalah: Penumbuhan kepercayaan terhadap fasilitas keuangan formal dengan fokus memberikan solusi kesejahteraan

Pengenalan produk-produk keuangan di luar tabungan Memposisikan lembaga keuangan lebih bersahabat bagi kalangan mass market Pengembangan pendekatan edukasi yang bersifat komunitas
Pendekatan yang menyasar khusus pada UMKM di sektor utama daerah

Penyediaan solusi tekhnologi yang bersifat mudah dipakai oleh kalangan mass market. Sinergi edukasi keuangan insititusi swasta, pemerintah, lembaga pendidikan, asosiasi, dan NGO

Secara terpisah, Prof. Intan Ahmad, Ph.D., Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Dikti mengutarakan, tujuh solusi ALFED  ini diharapkan dapat membantu para dosen dalam mengerucutkan program yang perlu mereka lakukan di setiap kampus sesuai dengan keunikannya dan kebutuhan daerahnya.

Selain itu, dapat memudahkan para dosen dalam membangun kerangka berpikir dalam mewujudkan program tersebut menjadi nyata, termasuk untuk bekerja sama dengan pihak-pihak lainnya. (des)


Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi