Gandeng HIMBARA, Kemensos Salurkan Bantuan Sosial Non Tunai PKH di Bali

Senin, 10 Oktober 2016 : 08.24
DENPASAR -  Komitmen Himpunan Bank-bank Milik Negara (HIMBARA) untuk menjadi bank penyalur Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) diimplementasikan dengan penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai PKH dan Rastra (Bantuan Pangan) melalui E-Warong KUBE-PKH di Bali oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa.

Himpunan Bank-bank Milik Negara (HIMBARA) yang terdiri atas PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah berkomitmen untuk menjadi bank penyalur Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH).

Komitmen diikat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia ini menegaskan bahwa penyaluran dana Bantuan Sosial Non Tunai PKH dapat dilakukan HIMBARA tanpa dipungut biaya atau zero cost.

Penandatanganan PKS antara HIMBARA dan Kementerian Sosial tersebut telah dilaksanakan di Jakarta, pada tanggal 4 Oktober 2016.

Pada saat itu, hadir dari Kementerian Sosial Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat dengan Pihak Bank yaitu Direktur Hubungan Kelembagaan & Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistiyowati, Direktur Bank BRI Kuswiyoto, Direktur Bank Mandiri Rico Usthaviafrans dan Direktur Bank BTN Catur Budi Harto.

Kesepakatan ditindaklanjuti dengan penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai PKH dan Rastra (Bantuan Pangan) melalui E-Warong KUBE-PKH di Kelurahan Penatih Kecamatan Denpasar Timur dan Goanyar di Provinsi Bali, Minggu (9 Oktober 2016) oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa.

Acara disaksikan Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata dan Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto, Direktur Kelembagaan Bank BRI Kuswiyoto, Direktur Retail Bank Mandiri Tardi, Direktur Bank BTN Catur Budi Harto, serta Direktur BULOG Imam Subowo.

Menteri Sosial Khofifah mengungkapkan, Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai PKH tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo pada saat Rapat Terbatas tanggal 26 April 2016 tentang Keuangan Inklusif.

Setiap Bantuan Sosial dan Subsidi agar disalurkan secara Non Tunai dan menggunakan sistem perbankan untuk memudahkan kontrol, pemantauan, dan memenuhi syarat penyaluran tepat sasaran, tepat waktu dan tepat jumlah.

Presiden juga memerintahkan agar penyaluran Bansos tersebut diintegrasikan dalam satu kartu. Berbagai langkah strategis telah dilaksanakan, termasuk MOU antara Bank Indonesia dengan Kementerian/ Lembaga terkait dan ujicoba penyaluran non tunai melalui E-Warong KUBE-PKH di 25 Kota sejak bulan Agustus 2016.
Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk dukungan HIMBARA untuk menyukseskan program – program Kementrian Sosial khususnya dan pemerintah pada umumnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan penyaluran bantuan sosial dan subsidi secara non tunai, banyak manfaat yang diperoleh. Pertama, penerima tidak harus menarik seluruh bantuan yang diterima sehingga terdapat insentif bagi penerima untuk menyimpan dan mengelola keuangan.

Kedua, kontrol penerima terhadap uang yang diterima lebih tinggi. Ketiga, tingkat transparansi lebih tinggi karena kartu menyimpan semua data transaksi yang dilakukan. Keempat, kecepatan dan waktu penyaluran bansos menjadi lebih efisien.

Kelima, fleksibilitas waktu dan tempat penarikan bagi penerima. Keenam, gratis biaya administratif. Dan yang terakhir, proses rekonsiliasi berlangsung dalam satu hari (online).

Menurut Direktur Retail Bank Mandiri Tardi, dukungan bank-bank Himbara melalui sistem keuangan digital ini, diharapkan dapat mendukung penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.

"Selain itu, melalui penyaluran penyaluran bansos melalui sistem ini juga dapat meng-edukasi masyarakat kita untuk menabung dan menggunakan uang seperlunya saja," imbuh Direktur Kelembagaan Bank BRI Kuswiyoto.
Direktur BTN Catur Budi Harto menyambut positif penyaluran dana Bansos secara non tunai karena dapat memanfaatkan jaringan kantor pos di seluruh Indonesia terutama untuk menjangkau masyarakat di pelosok-pelosok negeri. "Kami sudah memiliki rekening tabungan Bank BTN yang online bersama kantor pos di seluruh Indonesia," tegas Catur.

Sebanyak 1 Juta Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Sosial yang berada di 68 kabupaten kota akan menjadi proyek percontohan penyerahan Bantuan Sosial Program PKH dari Tunai menjadi non Tunai, termasuk 44 Kota untuk percontohan transformasi Rastra jadi Bantuan Pangan secara non tunai.

Sistem yang dipakai menggunakan Kartu Combo yang memiliki multi fungsi, yaitu sebagai e-wallet dengan basis server yang dapat menyimpan data penyaluran bantuan PKH serta kartu tersebut berfungsi dengan basis TabunganKu.

Penyaluran bansos non tunai diprioritaskan pada wilayah perkotaan dengan memanfaatkan E-Warong KUBE-PKH dan agent Bank HIMBARA.

Untuk memastikan keluarga miskin memperoleh bantuan perlindungan, jaminan dan pemberdayaan social secara integratif holistik, maka penyalurannya menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dimodifikasi menjadi Kartu Debet ATM HIMBARA dengan sistem E-Walet dan tabungan yang terintegrasi.

Sistem ini merupakan karya inovatif HIMBARA bersama Kemensos untuk mendukung program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan. (rhm)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi