Berpangkat Aiptu, Polisi Jembrana ini Punya Nama Unik "Gede Astaga"

Selasa, 18 Oktober 2016 : 18.44
Gede Astaga ( tengah )
JEMBRANA - Pangkat memang tidak terlalu tinggi, namun pria asal Banjar Kaliakah, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana telah menjadi anggota Polisi sejak tahun 1978.

Semenjak masuk anggota polisi melalui Tamtama gelombang ke III tahun 1978/1979, lelaki tiga anak ini telah bertekad untuk menjadi polisi yang baik dan bertekad untuk melayani masyarakat dengan iklas.

Meskipun kadang dia sering menjadi bahan guyonan teman-teman sejawatnya karena nama yang dimilikinya sangat unik, yakni Gede Astaga, acap bertugas selalu melaksanakan dengan iklas dan senyum.

Karena itu Gede Astaga yang kini berpangkat Aiptu ini nyaris tak tercela menjadi anggota polisi. "Saya tidak mengerti, apa makna nama yang saya miliki. Yang jelas nama Astaga adalah pemberian orang tua,” ujarnya ditemui Selasa (18/10/2016) di Polsek Kota Negara.

Gede Astaga mengisahkan, sejak tamat pendidikan Tamtama Polri, Astaga bertugas di Polres Karang Anyar, Solo dan baru pindak ke Polres Jembrana tahun 1993.

Namun sebelum pindah ke kampung halamannya di Kabupaten Jembrana, Astaga yang hanya memiliki ijazah SMP ini berhasil melanjutkan pendidikan Polisinya ke Seba Reguler tahun 1992/1993 di Pusdik Banyubiru, Jawa Tengah.

"Setelah tamat Seba Leguler itulah saya langsung pindah ke Polda Bali dan ditempatkan di Polres Jembrana,” tutur Astaga yang beristri Anik Pujiwati, asal Surakarta, Solo.

Sejak tahun 2004, Astaga kemudian ditugaskan di Polsek Kota Negara. Kebetulan kesatuannya dekat dengan rumahnya. Jadinya Astaga tambah bersemangat melaksanakan tugas kepolisian.

Entah karena nama unik yang disandangnya atau hanya kebetulan, Astaga tergolong polisi yang sukses dan tak tercela. Sukses bukan karena memiliki harta yang berlimpah, namun sukses karena anaknya-anaknya telah bekerja dan kehidupan keluarganya bahagia.

Anak pertama Astaga adalah seorang perempuan dan telah menjadi anggota Polisi Wanita mengikuti jejak dirinya, sejak
Tahun 2004 dan bertugas di Jawa. Sedangkan anak keduanya yang laki-laki saat ini sudah menjadi guru SD.

"Hanya anak perempuan yang ketiga saat ini masih sekolah di kelas 2 SMA,” imbuh Astaga yang tinggal satu setengah akan memasuki masa pensiun.

Meskipun telah mendekati masa pensiun, Astaga sedikitpun tidak mengendor semangatnya untuk melaksanakan tugas kepolisian. Bahkan dia cendrung memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Intinya saya tindak mau setelah pensiun justru banyak punya musuh. Saya ingin tetap bermasyarakat,” tutupnya.(KN-2)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi