Bela Anak Buah, Kanit PJR Gilimanuk Yakin Anggotanya Dijebak

Sabtu, 29 Oktober 2016 : 10.15
(dok.kabarnusa)
JEMBRANA- Kepala Unit Induk PJR III Gilimanuk AKP Ketut Sukadana meyakini jika anggotanya yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) subuh kemarin merupakan korban penjebakan.

Oknum anggota Pos PJR ditangkap tim pembrantasan pungli Polda Bali pada Jumat 28 Oktober 2016 waktu subuh..

Menurut Sukadana, anggotanya yang tertangkap tangan karena diduga melakukan pungli sebenarnya merupakan korban penjebakan.

Dikatakan, saat penangkapan itu, anggotanya sedang duduk di Pos PJR, tiba-tiba datang seorang sopir truk membawakan uang Rp 20 ribu.

"Uang ditaruh sopir truk di atas meja, setelah itu sopir truk langsung pergi. Jadi anggota saya tidak meminta uang kepada sopir truk,” jelasnya kepada wartawan Sabtu (29/10/2016).

Saat itu, seorang anggota tim pembrantasan pungli Polda Bali ikut menumpang dalam truk. Jadi, kesan adanya penjebakan terhadap anggotanya sangat kuat..

Dia tetap meyakini anggotanya tersebut tidak pernah meminta-minta uang kepada para sopir truk. Pasalnya, dia sering memperingatjan anggota agar tidak melakukan pungli.

"Saya paham dengan anggota saya, saya yakin anggota tidak ada yang meminta-minta uang,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, dua orang oknum anggota polisi masing-masing KSP, anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk  dan WK, anggota Induk III PJR Gilimanuk terjaring OTT diduga melakukan pungli di wilayah Gilimanuk, Jumat (28/10/2016) subuh.

Dari penangkapan didapar barang bukti Rp 6000 dari tanggan KSP, Rp 2000 dari sopir travel yang diselipkan dalam surat kendaraan dan Rp 4000 dari lemparan sopir truk.

Sedangkan dari tangan WK sebesar Rp 20 ribu merupakan setoran dari seorang sopir truk yang melintas di depan pos PJR, yang juga ditumpangi seorang tim pemberantasan pungli Polda Bali.(KN-2)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi