Alat Pendeteksi EWS Karya UGM Lolos Standar Rujukan Dunia

Senin, 10 Oktober 2016 : 06.47
BANGLI- Alat EWS (Early Warning System) untuk mendeteksi bencana karya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta telah dinyatakan lolos untuk untuk diproses lanjut sebagai standar rujukan dunia (ISO).

Hal itu disampaikan Rektor UGM Ir Dwikorita Karnawati Ph.D saat bersama rombongan UGM melakukan anjangsana sambil  melihat secara langsung alat yang dipasang di tiga lokasi yakni Sungai Peceburan, Nyung Celalang dan Bonderek Minggu (9/10/2016).

Dikatakan Dwikorita, belum lama ini Landslide EWS karya UGM telah berhasil lolos untuk diproses lanjut sebagai standar rujukan dunia(ISO).

"Keberhasilan sebagai standar internasional ini berdampak sangat penting pada kepeloporan dan kedaulatan Indonesia dalam industri kebencanaan di dunia," tandasnya.

Indonesia dimotori UGM adalah negara pertama dari "Middle Income Country" yang berani mengusulkan produksinya menjadi rujukan Internasional

"Ini juga  berarti nantinya seluruh produk industri internasional untuk Landslide Early Warning System harus merujuk ke Sistem dan Teknologi karya UGM " sambungnya.

Sekretaris Direktorat Penwelitian UGM Dr Amir Husni, mengatakan, bukti riil dukungan Universitas bagi pengembangan  penelitian dalam bentuk fasilitas.

Juga, pendanaan dalam ujicoba penerapan di masyarakat melalui program teknologi tepat guna serta pasilitasi dan pendanaan untuk mendapat hak mpeten" tegasnya.

Hal senada juga disampaikan  T Faisal salah satu anggota tim peneliti menambahkan , bahwa sistim ini juga  sudah menjadi SNI untuk pemasangan system EWS gerakan tanah di Indonesia dan mampu mendeteksi gerakan tanah hingga 1 milimeter,

namun begitu dideteksi gerakan tanah menyesuaikan kondisi lokasi geologi dan struktur tanah tersebut.

Sebelumnya, Sebelum alat tersebut dipasang, tim melakukan kajian risiko,sosialisasi,pembentukan tim siaga bencana, pembuatan peta jalur evakuasi,penusunan SPO evakuasi,pemasngan alat EWS dan galdi evakuasi.

Sebanyak empat unit alat EWS (Early Warning System) karya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dalam mengantisipasi atau mendeteksi adanya bencana alam seperti gempa telah dipasang di tiga lokasi yakni Sungai Peceburan, Nyung Celalang dan Bonderek Kabupaten Bangli. (aan)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi