Alasan Hakim Gugurkan Praperadilan Mantan Bupati Winasa

Jumat, 28 Oktober 2016 : 06.09
Mantan Bupati Jembrana Gede Winasa jalani sidang praperadiilan di PN Negara
JEMBRANA-  Permohonan Preperadilan yang diajukan I Gede Winasa terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana digugurkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Negara, M Hasanudin.

Hasanudin beralasan, dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa di Pengadilan Negeri, sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan praperadilan belum selesai, maka permintaan praperadilan tersebut gugur.

Hasanudin memutuskan menggugurkan permohonan Winasa dalam sidang praperadilan Kamis (27/10/2016)

Agenda sidang pembacaan putusan digelar di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama (PA) Negara, Winasa hadir didampingi penasihat hukum.

Termohon Kejari Jembrana diwakili Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Suhadi.

Dalam putusannya, hakim mempertimbangkan perkara terhadap pemohon yang sudah digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar.

"Dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa di Pengadilan Negeri, sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan praperadilan belum selesai, maka permintaan praperadilan tersebut gugur," tegasnya lagi.

Ketentuan itu, sebagaimana diatur dalam KUHAP. Agar tidak terjadi dualisme antara sidang tipikor dan praperadilan, maka gugatan tersebut gugur.

Winasa menjadi terdakwa kasus korupsi Perjalanan Dinas (perdin) saat menjabat menjadi Bupati Jembrana.

Usai mencermati dan meneliti, pengakuan saksi-saksi, replik, duplik dan barang bukti, Hakim memutuskan pengajuan pemohon dalam sidang praperadilan ini dinyatakan gugur dan menetapkan biaya sidang nol rupiah.

Hakim mengingatkan pemohon, sesuai Peraturan MA perkara praperadilan di pengadilan tidak diperbolehkan mengajukan banding, kasasi atau Peninjauan Kembali (PK).

Putusan hakim tersebut mengabulkan jawaban termohon yang meminta gugatan tersebut gugur.

Seusai sidang, Winasa sempat menyapa dan berjabat tangan dengan sejumlah pengunjung yang memadati ruangan sidang.

Winasa mengaku kecewa dengan putusan praperadilan tersebut, namun pihaknya tetap akan mengikuti proses hukum.(KN-2)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi