Akhir Tahun 2016, BI Prediksi Ekonomi Bali Tumbuh 6,4 Persen

Kamis, 27 Oktober 2016 : 18.24
DENPASAR - Memasuki triwulan ketiga tahun 2016 Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi di Bali dalam kisaran 6,42-6,82 persen meningkat dibanding periode sebelumnya karena sejumlah faktor mulai meningkatnya permintaan domestik hingga stimulus fiskal.

Direktur atau Kepala Perwakilab Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana mengungkapkan hal itu dalam sambutan yang dibacakan Deputi Kepala Perwakilan, Suarpika Bimantoro pada kegiatan Capacity Building dan Studi BandingTim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung BI Bali di Denpasar Kamis (27/10/2016).

Sedangkan, pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2015 tercatat sebesar 6,04% (yoy) di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,79%.

Dia menambahkan, memasuki triwulan III 2016, pertumbuhan ekonomi Bali diperkirakan meningkat dalam kisaran 6,42% - 6,82% (yoy).

Optimisme tersebut didorong beberapa faktor antara lain  pertama masuknya periode peak season pariwisata (libur musim panas Australia dan Eropa).

Kedua, meningkatnya permintaan domestik sejalan dengan adanya perayaan hari raya keagamaan yang berlangsung di Triwulan III (Idul Fitri, Idul Adha, Galungan, dan Kuningan).

Selanjutnya, ketiga karena dorongan stimulus fiskal berupa penyelesaian pembangunan proyek infrastruktur pemerintah.

Selain itu, keempat relaksasi ketentuan transhipment serta kelima telah selesainya pembangunan dan perbaikan beberapa proyek infrastruktur yang dapat mendorong peningkatan produksi antara lain berupa proyek irigasi.

Tak kalah pentingnya, pertumbuhan ekonomi itu disebabkan faktor keenam ekspektasi pelaku usaha ke depan seiring dengan rencana relaksasi LTV (KPR), pemberlakuan tax amnesty, dan tendensi penurunan suku bunga perbankan (dampak implementasi BI 7 days repo rate).

Secara keseluruhan tahun 2016, Kantor Perwakilan BI Bali, memperkirakan akan tumbuh pada kisaran 6,15%-6,55% (yoy), meningkat dibandingkan capaian 2015 sebesar 6,04% (yoy).

Kemudian, dari sisi permintaan, perkiraan peningkatan didorong oleh hampir semua komponen.

Dari komponen konsumsi Pemerintah, perkiraan peningkatan terjadi seiring dengan adanya pembayaran gaji PNS ke 14 yang mulai dilakukan pada tahun 2016 yang berpotensi mendorong realisasi belanja pemerintah.

Di samping itu, akselerasi peningkatan dana desa dengan pagu tahun 2016 mencapai Rp 416 miliar, lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang sebesar Rp 185 miliar

Hal itu juga diperkirakan dapat turut menjadi pendorong realisasi dana desa tahun 2016 yang di Juni 2016 telah mencapai 60%.

"Jumlah itu, lebih tinggi dibandingkan realisasi Juni 2015 yang sebesar 38,25%," sambungnya..

Kebijakan bebas visa yang telah ditempuh oleh pemerintah sejak tahun 2015, telah memberikan peningkatan yang signifikan pada jumlah kunjungan wisman antara lain dari China, Inggris, India dan Uni Emirat Arab sehingga memberikan efek multiplier pada pertumbuhan ekonomi Bali.

Komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung pembangunan perekonomian, terutama pembangunan infrastruktur diperkirakan akan juga turut motor penggerak akselerasi peningkatan kinerja konsumsi pemerintah di tahun 2016.

Hal itu, sejalan dengan perkembangan tersebut, optimisme akselerasi pada komponen investasi didorong oleh optimisme pelaku usaha seiring dengan tendensi penurunan suku bunga kredit perbankan (investasi dan modal kerja) di Provinsi Bali sebagai respon terhadap penurunan suku bunga BI Rate dan implementasi penggunaanBI 7-days Repo Rate.

Dukungan kemudahan regulasi terkait dengan investasi  penghapusan bidang usaha restoran dari Daftar Negatif Investasi dan penghapusan sejumlah Perda, ditambah dengan rencana relaksasi ketentuan LTV untuk kredit Perumahan turut mendukung optimisme peningkatan kinerja investasi.

Peningkatan konsumsi rumah tangga di tahun 2016 diperkirakan mengalami perbaikan seiring dengan kenaikan UMP dan potensi menurunnya harga BBM dan LPG, serta terjaganya TTL sepanjang tahun 2016 serta dengan pencairan gaji ke14 bagi PNS.

Perkembangan ekonomi Provinsi Bali pada triwulan II 2016 menunjukkan peningkatanmenjadi sebesar 6,53% (yoy) dibandingkan capaian pada triwulan 1 2016 sebesar 6,05%.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,18% (yoy) dan Kawasan Timur Indonesia sebesar 5,9% (yoy).

Perekonomian Bali dari sisi penawaran, didominasi oleh lapangan usaha akomodasi makan dan minum dengan share sebesar 23%, konstruksi sebesar 9% dan transportasi dan pergudangan sebesar 9%.

Dari sisi penawaran, ekspansi kinerja perekonomian Bali di triwulan II 2016 didorong membaiknya kinerja beberapa lapangan usaha (yang memiliki share besar terhadap perekonomian Bali), yaitu Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, Transportasi dan Pergudangan, dan Konstruksi.

Dari sisi penggunaan, ekspansi kinerja perekonomian Bali pada triwulan II 2016 didorong oleh ekspansi tiga komponen utama yaitu konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan konsumsi LNPRT.

Perkembangan ekonomi kabupaten/kota di Bali tahun 2015 pada umumnya tumbuh sebesar 6% ke atas dengan pertumbuhan tertinggi di Kabupaten Gianyar yaitu sebesar 6,34%(yoy) dan terendah di Kabupaten Karangasem sebesar 6,00%. (rhm)



Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi