ABU Diminta Perjuangkan Negara Anggota dalam Siarkan Berita Olah Raga

Minggu, 23 Oktober 2016 : 14.35
NUSA DUA - Negara-negara anggota ASIA Pasific Broadcasting Union (ABU) mengharapkan agar mereka tetap bisa memberitakan berbagai ajang olah raga nasional dan internasional meskipun tidak memiliki hak siar.

Karenanya, negara anggota ABU berharap organisasi dunia ini, bisa mengambil peran memfasilitasi negara-negara anggota ABU berkaitan dengan hak siar acara olah raga.

Direktur Utama RRI M Rohanudin Anggota ABU menyatakan, negara anggota ABU yang tidak memegang hak siar, diharapkan tetap bisa memberitakan berbagai event olah raga.

“Tahun 2018 Asian Games akan diadakan di Indonesia. ABU diharapkan bisa memfasilitasi agar lembaga penyiaran publik tetap bisa menyiarkan acara tersebut, walau pun hak siar dipegang lembaga lain,” ujar Rohanudin di sela acara 53rd ABU General Assembly & Associated Meetings di Nusa Dua Bali 18-26 Oktober 2016.

Diketahui, RRI terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan tahunan anggota-anggota ABU. Ini kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah, setelah yang pertama pada 2008.

Sementara, pertemuan tingkat dunia itu, mengangkat tema Media for the Future itu dihadiri sekitar 700 delegasi dari 64 negara.

Dalam pertemuan dibicarakan mengenai perkembangan media radio, televisi, mau pun new media termasuk media sosial.

Masing-masing negara juga akan saling bertukar informasi terkait perkembangan kondisi dan peran lembaga penyiaran di masing-masing negara. Filipina misalnya, akan berbagi kisah penyiaran terkait isu bencana.

Sementara Indonesia lebih mengangkat isu-isu perempuan dan gender. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise menjadi pembicara pada Women With the Wave.

Selain berbagi pengalaman dan membahas isu-isu terkini, pertemuan ABU di Bali juga melakukan pemilihan pengurus-pengurus baru untuk komite.

Programme Committee Meeting memilih Jun Lorenzo Lee dari Korean Broadcasting System (KBS) sebagai ketua baru ABU Programme Bureau & Programme Committee periode 2016-2018, menggantikan Jaehon Song, juga dari KBS.

Direktur Program dan Produksi RRI Soleman Yusuf dan Head of Science Programmes Division NHK Jepang, Keizo Izuta terpilih sebagai wakil ketua untuk periode yang sama.

“Kami berkomitmen membantu anggota ABU untuk membuka peluang baru dan melakukan inovasi berbagai program menarik.Kita akan mencapai tujuan bersama,” ujar Lorenzo, usai pemilihan.

Soleman mengatakan terpilihnya RRI sebagai wakil ketua Program Committee diharapkan dapat berkontribusi menyampaikan program-program yang diperlukan Indonesia.

Juga, sekaligus membantu mengakomodir program-program dari seluruh organisasi anggota ABU.

Pada ABU General Assembly & Associated ini, juga akan diserahkan ABU Prizes untuk program siaran radio dan televisi serta ABU TV Song Festival Award.

Pada kesempatan excursion wisata sehari di Tanah Lot, RRI memperkenalkan kepada delegasi ABU tentang Radio Pasar.

Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI memiliki fungsi untuk melayani kepentingan publik, di antaranya melalui Program Radio Pasar.

Tujuannya menjamin transaksi yang adil bagi produsen dan konsumen, sehingga terbentuk sistem harga pasar yang adil pula.

“Ini adalah kewajiban moral RRI yang didanai oleh uang publik,” ujar Parni Hadi, pendiri Radio Pasar ketika dijumpai di tengah pertemuan ABU.

Radio Pasar pertama kali diperkenalkan di Yogyakarta pada 2007, kemudian direvitalisasi RRI Bogor pada 2015, bekerja sama dengan komunitas radio lokal, koran, televisi, media sosial, pemerintah daerah, pelaku pasar, dll.

Program itu menggabungan informasi harga barang kebutuhan sehari-hari dengan berbagai hiburan seperti musik dengan mengangkat artis atau seniman lokal. Penyiaran Program Radio Pasar dapat dilakukan di luar studio seperti pasar atau tempat umum lainnya secara live mau pun rekaman. (gek)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi