Warga Denpasar Hasilkan 850 Ton Sampah Sehari

Sabtu, 10 September 2016 : 14.19
DENPASAR- Rata rata sehari volume sampah dihasilkan warga Kota Denpasar mencapai 850 ton per hari jumlah ini bisa bertambah terlebih pasca Hari Raya Galungan.

Kabid Kebersihan DKP Kota Denpasar Ketut Adi Wiguna mengungkapkan, semua petugas kebersihan untuk tetap bekerja pada hari raya Galungan serta menambah jam kerja dengan sistem lembur.

Guna menambah semangat bekerja DKP Kota Denpasar juga memberikan tambahan uang lembur kepada  petugas kebersihan sebanyak Rp 32.500 per orangnya.

Dengan cara ini  Kota Denpasar bebas dari tumpukan sampah pasca  Hari Raya Galungan Rabu 7 September lalu.

Seperti tahun sebelumnya tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) dan depo memang mengalami peningkatan tiga kali lipat.

Sampah tersebut didominasi sampah organik berupa bekas sesajen yang digunakan saat hari Raya Galungan.  Dengan memberi uang lembur tersebut, petugas nampak lebih semangat bekerja.

‘’Kini kita bisa lihat sendiri pada Hari Raya Galungan Tahun ini Kota Denpasar tidak terlihat sampah maupun tumpukan sampah,’’ ujarnya baru-baru ini.

Pihaknya memberikan uang lembur semua petugas nampak semangat dalam bekerja, sehingga pihaknya tidak menambah armada maupun petugas kebersihan lagi. Tidak hanya itu petugas pun bersedia mengangkut tumpukan sampah  di TTPS dan di depo-depo tiga kali dari hari biasanya.

Jumlah tenaga kebersihan DKP Kota Denpasar sebanyak 1.400 orang.

Jumlah tenaga kebersihan tersebut masih minim sehingga  beberapa jalan protokol di Denpasar belum  bisa dijangkau. Meskipun demikian masalah kebersihan bisa diatasi.

Hal tersebut bisa dilakukan semenjak adanya Peraturan Walikota No 11 tahun 2016 tentang tata cara pengelolaan dan pembuangan sampah di kota Denpasar yang berbasis lingkungan. Dimana dalam Perwali itu masyarakat Kota Denpasar dilarang menaruh sampah di depan rumah, telajakan, pinggir jalan dan di atas trotoar.

Dikatakan, bagi warga masyarakat yang melanggar Perwali ini bisa dikenakan sanksi sesuai Perda 3 Tahun 2015 tentang kebersihan. Tak main-main, denda yang diberikan maksimal hingga Rp50 juta atau kurungan penjara selama tiga bulan. (gek)
Berita Pilihan
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi