UMKM Jadi Pilar Pendukung Perekonomian Bali

Kamis, 22 September 2016 : 17.08
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Causa Iman Karana 
DENPASAR- Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Causa Iman Karana menekankan pentingnya keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menyumbang perekonomian di Pulau Bali.

Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional terbukti bahwa UMKM lebih tahan menghadapi krisis bila dibanding usaha besar bahkan konglomerat.

Menurut data Diskop Prov. Bali, pada tahun 2015 jumlah UMKM di provinsi Bali mencapai 61.648 UMKM (formal) dengan jumlah terbesar di Kab. Karangasem yaitu sebanyak 18.102 UMKM dan Kedua Kabupaten Badung 12.629 UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali Causa Iman Karana menyebutkan, UMKM informal mencapai 203.920 UMKM dengan jumlah terbesar di Kab. Gianyar yaitu sebanyak 84.677 UMKM dan kedua di Kab. Bangli sebanyak 28.455 UMKM.

Jumlah UMKM tersebut diatas merupakan salah satu pilar yang turut mendukung perekonomian Bali selama ini yang ditopang oleh industri pariwisata.

"Sektor pariwisata dimotori tiga lapangan usaha terbesar yaitu akomodasi makan minum (akmamin) dengan pangsa sebesar 23%, pertanian dengan pangsa sebesar 15% dan konstruksi 9%," sebutnya Kamis (22/9/2016)..

Setiap tahunnya terdapat 10 juta wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali, yang terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 4 juta orang dan wisatawan domestik sebanyak 6 juta orang.

Ditambah penduduk Bali sebanyak 4 juta orang, maka terdapat kebutuhan pangan untuk 14 juta orang. Tingginya kebutuhan pangan selama ini sebagian dipenuhi dari luar Provinsi Bali, bahkan dari luar negeri.

"Di sisi lain, Pulau Bali memiliki kekayaan dan potensi alam yang melimpah untuk dapat dioptimalkan," sambungnya.

Tingginya ketergantungan pasokan kebutuhan pangan mendorong tekanan inflasi Bali. Hal ini ditunjukkan dengan angka inflasi Bali yang selalu di atas nasional.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, khususnya oleh TPID Provinsi/Kab/Kota seluruh Bali, pada tahun 2015 inflasi Bali dapat ditekan menjadi sebesar 2,75% (yoy) terendah selama 29 tahun dan di bawah inflasi nasional yang sebesar 3,35% (yoy). (gek)


Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi