Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi Provinsi Bali Dikukuhkan

Rabu, 14 September 2016 : 15.18
DENPASAR - Dalan upaya untuk memberikan perlindungan masyarakat terhadap praktik-praktik financial crime, diantaranya modus investasi ilegal yang marak dibentuklah Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi Daerah Provinsi Bali,

Pembentukan Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi dilakukan oleh OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara bersama Pemerintah Provinsi Bali – Gubernur Provinsi Bali, Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Bali, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, dan stakeholder terkait lainnnya.

Semua pihak terkait itu jufa telah menyepakati komitmen bersama untuk melakukan pencegahan dan penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi atas dasar komitmen tersebut dibentuklah

Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi Daerah Provinsi Bali yang pengukuhan anggotanya dilakukan dalam rangkaian seminar ini.

Adapun, anggota tim kerja tersebut terdiri beberapa unsur dan lembaga di Provinsi Bali yakni OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Polda Bali, Kejaksaan Tinggi Bali, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali, 5. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Provinsi Bali dan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara – Zulmi berharap sinergi komunikasi dan koordinasi yang baik dapat terjalin dari seluruh stakeholder terkait.

"Saya harapkan, efektifitas penanganan financial crime di Provinsi Bali dapat meningkat dengan dikukuhkannya Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi ini," tandasnya dalan acara yang diisi Seminar Penanganan Financial Crime bertempat di Ruang Tirta Gangga – Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Renon, Denpasar Rabu (15/9/2016).

Selain memperkaya pemahaman, pencegahan serta penanggulangan terhadap praktik-praktik financial crime yang terjadi, pihaknya berharap partisipasi dan kontribusi aktif semua pihak baik regulator.

"Pelaku usaha jasa keuangan maupun stakeholder terkait lainnya untuk terus bahu-membahu demi terwujudnya keamanan dan kemajuan ekonomi di sektor keuangan, khususnya di Provinsi Bali” sambung Zulmi.

Seminar dihadiri oleh seluruh perwakilan dari masing-masing lembaga jasa keuangan di Provinsi Bali selaku anggota FKLJK Provinsi Bali dan seluruh anggota Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi Provinsi Bali. (gek)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi