Tak Mampu Bertahan, Subak Buana Merta di Jembrana Bubarkan Diri

Sabtu, 17 September 2016 : 19.45
ilustrasi (dok.kabarnusa)
JEMBRANA - Subak Buana Merta di Banjar Moding Desa Candikusuma Kecamatan Melaya, Jembrana Bali tak mampu bertahan dari gempuran alih fungsi lahan hingga memutuskan membubarkan diri akibat minimnya lahan garapan.

“Mereka menyatakan mengundurkan diri, saat odalan Purnama beberapa waktu yang lalu, penyampaian lewat saat rapat saja, kurang tahu untuk formalnya di Pemkab Jembrana,” ungkap Kelian Subak Gede Sangyang Melaya, I Nengah Suentra, Sabtu (17/9/2016)

Diketahui, Subak Buana Merta, kata dia, sudah menjadi anggota dari Subak Gede Sangyang, Kecamatan Melaya selama belasan tahun.

Mereka menyatakan mengundurkan diri alias gulung tikar, lantaran tak mampu bertahan dengan lahan olahan yang semakin minim, akibat derasnya alih fungsi lahan.

Lahan produktif yang tersisa hanya 2,5 Ha saja. Selain itu, minimnya anggota Krama Subak yang hanya terdiri dari 6 Krama saja menyebabkan Subak ini kesulitan mengelola lahan serta organinasinya.

Selain itu, mereka kesulitan mendapatkan air ketika memasuki masa tanam mengingat jarak antara lahan Subak dengan sumber air dari jaringan induk terbilang cukup jauh yakni sekitar 2 Km lebih.

Ini Subak kedua yang mengundurkan diri, dahulu Suentra menjadi Kelian Subak juga ada Subak Sari Merta di Desa Manistutu yang mengundurkan diri.

"Sekarang jumlah angota Subak Gede Sangyang hanya 8 saja dari sebelumnya ada 9 Subak,” tandas Suentra.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Pemkab Jembrana, I Ketut Wiratma mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi atas pengunduran Subak Buana Merta dari keanggotaan di Subak Gede Sangyang Melaya tersebut.

Jika benar akan mengundurkan diri, pihaknya berharap Subak ini bisa mengikuti aturan yang berlaku dan mengembalikan bantuan seperti Traktor dan lainnya ke Pemerintah setempat.

saat ini, jumlah Subak di Kabupaten Jembrana tercatat 84 Subak. Jumlah ini, tak mengalami perubahan sejak 2010.

Sebenarnya, pemerintah daerah setempat memerhatikan keberadaan puluhan Subak ini dengan pemberian bantuan-bantuan seperti Traktor serta Sarana Produksi Padi (Saprodi) lainnya guna mempertahankan Subak dan menjaga program ketahanan pangan nasional.

Lahan sempit susah untuk Subak bertahan karena itu satu-satunya yang bisa mereka garap.

"Ini pertamakali ada Subak yang mengundurkan diri di Jembrana,” ucapnya prihatin.(dar)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi