Sengketa Lahan di Jembrana, Dua Kakak Adik Hadang Alat Berat

Rabu, 28 September 2016 : 20.01
Aksi penghadangan alat berat oleh dua orang warga di Jembrana (foto:istimewa)
JEMBRANA- Dua orang pria kakak beradik, Samsi dan Suhaemi asal Banjar Munduk Ranti, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana nekad menghadang alat berat yang hendak membuat jalan di tanah timbul desa setempat, Rabu (28/9/2016).

Keduanya hendak menggagalkan pembuatan jalan di tanah timbul oleh pihak desa setempat guna digunakan sebagai catus pata.

Samsi dan kakaknya mengklaim tanah timbul seluas 17 are tersebut adalah miliknya, sehingga mereka keberatan dengan pembuatan jalan untuk Catuspata.

Alhasil atas aksi tersebut, operator alat berat tidak berani melanjutkan pekerjaannya.

"Kami akan membuat jalan sepanjang 400 meter dan lebar lima meter untuk catus pata," terang Perbekel Tukadaya Made Budi Utama.

Bahkan menurutnya, Samsi dan kakaknya berencana mensertifikatkan tanah timbul tersebut.

Padahal, sebelumnya, sengketa tanah telah diselesaikan secara musyawarah lewat mediasi pihak pemerintah.

Menurut Budi Utama, aksi penghadangan oleh Samsi dan kakaknya tidak berlangsung lama karena langsung dimediasi Muspika Melaya.

Usai mediasi akhirnya pengerjaan jalan catus pata kembali dilaksanakan dengan pengawalan aparat Pol PP Pemkab Jembrana dan kepolisian.

Pengerjaan jalan direncakan rampung satu minggu dengan menyedot anggaran desa sebesar Rp 34 juta, dengan menggunakan satu unit alat berat.

Diketahui, sengketa tanah timbul ini pernah mencuat. Samsi dan keluarganya tiba-tiba membangun rumah tempat tinggal dan tempat ibadah di jalan tersebut tanpa koordinasi dengan pihak desa.

Warga melalui pihak desa dan pihak desa pakraman telah berulang kali melakukan pendekatan terhadap Samsi dan keluarganya agar segera membongkar bangunan rumah karena pihak desa akan membuat jalan untuk catus pata.

Pihak Samsi yang mengklaim sebagai pemilik rumah tetap bergeming sehingga warga melakukan pembongkaran paksa terhadap rumah Ramsi dan keluargannya.

Saat itu, sempat terjadi ketegangan antara warga dan keluarga Samsi, namun akhirnya permasalahan tersebut dimediasi Pemkab Jembrana, termasuk dilakukan pengukuran tanah pihak BPN Negara.(KN-2)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi