Selama Tiga Tahun, Jalan Kabupaten di Jembrana Dibiarkan Rusak

Minggu, 04 September 2016 : 16.13
JEMBRANA- Hingga kini kondisi jalan kabupaten di timur SMKN 5 Jembrana dan barat Gor Pekutatan ke selatan hancur tak kunjung mendapat perbaikan.

Jalan sepanjang hampir satu kilometer tersebut telah terjadi sejak tiga tahun lebih. Hampir seluruhnya badan jalan yang sebelumnya berhotmix tersebut terkelupas dan menyisakan lubang-lubang berukuran besar.

Banyak kerikil dan pasir berserakan sehingga menimbulkan kerawanan lalu lintas.

Padahal, jalan tersebut sangat ramai dilintasi kendaraan bermotor. Apalagi ratusan siswa-siswi SMKN 5 Negara tiang hari lalu lalang di jalan tersebut.

"Jalan ini dulu menjadi lintasan truk pengangkut pasir laut. Karena pasir laut berat jadinya jalan menjadi rusak parah,” terang warga setempat, Minggu (4/9/2016).

Truk-truk penggangkut pasir laut lewat jalan tersebut, kendaraan lain mengangkut hasil panen warga juga kerap melewati jalan tersebut sehingga cepat rusak.

"Kapasitas jalan itu tidak kuat menanggung beban terlalu berat sehingga jalan itu cepat rusak,” imbuh warga lainnya.

Faktor utama yang menyebabkan jalan cepat rusak kata warga, adalah terlalu seringnya truk-truk pengangkut pasir laut melintas di jalan tersebut.

"Hingga sekarang masih ada kok truk pengangkut pasir laut melintas. Tapi jumlahnya jauh berkurang dan secara sembunyi-sembunyi,” tutup warga.

Perbekel Pekutatan Gede Silagunada dikonfirmasi membenarkan kondisi jalan tersebut rusak parah akibat dulunya menjadi lintasan truk-truk pengangkut pasir laut.

"Tapi sekarang sudah tidak ada lagi yang berani melakukan penambangan pasir laut. Tapi truk dan kendaraan lain juga sering lewat jalan itu untuk mengangkut hasil bumi,” terangnya.

Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dan kewenangan untuk melakukan perbaikan adalah pihak kabupaten. Namun menurutnya hanya jalan tersebut yang belum diperbaiki, sedangkan yang lainnya sudah semua diperbaiki.(dar)
Berita Pilihan
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi