Razia Kosan di Jembrana, Banyak Pasangan Tak Resmi Tinggal Seatap

Selasa, 20 September 2016 : 00.30
JEMBRANA- Dari razia petugas gabungan di sejumlah pemukiman dan kos-kosan di Kabupaten Jembrana Bali ditemukan banyak pasangan tidak resmi atau bukan suami istri tinggal dalam satu atap.

Petugas menysar rumah kos yang tersebar di wilayah Kelurahan Loloan Timur (Lotim) di-sweeping petugas gabungan dari Polsek dan Kelurahan, Senin (19/9/2016).

Semua penghuni kos diperiksa kelengkapan identitas kependudukan. Salah satunya terkait SKTS (Surat Keterangan Tinggal Sementara) bagi  penduduk pendatang (duktang) dan E-KTP.

Diantara sweeping kependudukan itu, petugas mendapati sejumlah kamar yang digunakan pasangan bukan suami istri (kumpul kebo).

Bahkan, di salah satu kamar kos di Mertasari, satu kamar dihuni dua laki-laki dan satu perempuan.

Lurah Lotim, Ida Bagus Ketut Wibawa itu turut dalam razia ini untuk meminta keterangan dari penghuni kos.

Berdasae keterangan perempuan asal Pengambengan yang menyewa kos, dua laki-laki itu temannya kebetulan menginap.

Dalihnya, mereka mengaku tak bisa pulang lantaran ban sepeda motor kempes. Namun setelah dikorek lebih lanjut, pemuda itu tinggal tidak jauh dari lokasi kos.

Kemudian, petugas mengamankan KTP dan meminta ketiganya ke Kantor Kelurahan untuk pembinaan dan membuat surat pernyataan.

Selain itu, di sejumlah rumah kos lainnya petugas juga mendapati duktang yang tidak membawa KTP serta bukan e-KTP. Mereka dicatat dan diminta untuk melapor ke kantor kelurahan.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin guna menjaga kamtibmas sekaligus tertib kependudukan. Lurah Loloan Timur, Ida Bagus Ketut Wibawa mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan mengingat di wilayahnya ada ratusan rumah kos.

Langkah penindakan diambil sebagai upaya menjaga kamtibmas sekaligus untuk sosialisasi bagi warga yang belum mengurus E-KTP.

"Sekaligus kita tekankan agar segera mengganti e-KTP baik warga Jembrana maupun penduduk pendatang," tandas dia.

Berdasar sweeping didapati sejumlah duktang tanpa KTP atau SKTS. Karena itu diminta untuk melengkapi dan petugas mencatat data penghuni kamar kos.

Petugas juga mengimbau kepada pemilik kos-kosan agar selektif menerima penyewa kamar dan paling tidak melaporkan data kependudukan rutin ke Kelurahan setempat.(dar)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi