Persaingan Tak Sehat, KPPU Dalami Rendahnya Tarif Angkutan Online

Kamis, 29 September 2016 : 20.44
Ketua KKPU Syarkawi Rauf, (dok.kabarnusa)
KUTA- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terus mendalami rendahna tarif angkutan online yang melahirkan persaingan tidak sehat dalam bisnis transportasi di Tanah Air.

Menurut Ketua KKPU Syarkawi Rauf, kehadiran Angkutan online seperti Grab, Uber, dan GoCar membutuhkan regulasi pemerintah agar peraturan yang jelas dan tegas mengatur setiap persaingan usaha di Indonesia.

"Jangan sampai masuknya pemain baru seperti angkutan online baik Grab, Uber, dan GoCar menjadi model persaingan yang tidak sehat atau "predatory pricing"," tegas Syarkawi di sela kegiatan di Kuta Kamis (29/9/2016).

Pihaknya mendorong pemerintah mengakomodir bisnis platform dan jangan menghambat perusahaan dan pemain baru berinvestasi.

Namun, setiap perusahaan yang hadir hendaknya juga mengikuti aturan perundang-undangan dan regulasi yang ada.

Pihaknya kini sedang mengawasi dan menyelidiki terkait tarif rendah yang tergolong murah yang diterapkan angkutan online selama ini.

KPPU sedang mendalami dibalik alasan promosi memberlakukan tarif murah yang dilakukan promosi sepanjang hari selama beberapa bulan belakangan ini oleh angkutan online baik Grab, Uber, dan GoCar.

"Itu akan kita lihat tarifnya termasuk dalam harga rugi atau jual rugi dan jika terbukti itu sudah mengarah predatory pricing," tegasnya didampingi Kabiro HUmas KPPU Dandy.

Karenanya, hal itu akan uji apakah itu kesengajaan untuk menghancurkan harga karena itu bisa mengarah ke predatory pricing.

"Pemerintah harus berhati-hati, jangan  sampai membiarkan menjual jasa sangat murah dan hanya menjual strategi semata," ungkapnya.

Soal alasan KPPU tidak melakukan tindakan dimana jelas-jelas tidak ada upaya pihak taksi online untuk membuat harga yang rasional untuk bersaing secara sehat, Syarkawi mengaku lembaga yang dipimpinnya belum memiliki kewenangan penindakan.

Tidak seperti lembaga KPK dan pihaknya hanya sebatas mengadili jika dalam pengawasan dan pengujian nanti terbukti menyimpang.

Pihaknya belum bisa menindak seperti lembaga lain yang sudah memiliki kewenangan itu.

"Sampai saat ini kita masih dalam pengawasan dan beberapa kali kita panggil dan diskusi mereka (angkutan online) masih harga promosi dan akan naik secara bertahap," jelasnya.

Soal kerugian harga akibat upaya "predatory pricing" tidak hanya dialami pengusaha-pengusaha transportasi konvensional, tetapi pemilik kendaraan juga sangat dirugikan sehingga banyak yang keluar setelah bergabung dengan angkutan online.

Dikatakan Syarkawi, kedepan akan mengambil keputusan setelah usai melakukan pengawasan, pengujian dan penelitian.

"Nanti akan kita lihat. Saat ini kita sedang melakukan penelitian terkait sepak terjang angkutan online. Ini membutuhkan waktu dan waktunya pasti lama serta bisa sekian lama sebelum mengambil kesimpulan sebelum memutuskannya," tegasnya.

Seharusnya angkutan online baik Grab, Uber, dan GoCar tidak boleh beroperasi tanpa mengikuti aturan atau regulasi yang ada serta pengawasan ketat pemerintah.

Angkutan online tetap tidak mau mengikuti regulasi dan aturan yang ada serta merugikan konsumen maka Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memanggilnya untuk dipersidangkan oleh Majelis Hakim KPPU sebelum dijatuhi sanksi hukuman yang berlaku termasuk dipidanakan.

"KPPU sudah memanggil Grab, Uber, GoCar bahkan dengan Gojek kita ajak diskusi terkait ketidakwajaran harga tarifnya," sambungnya.

Dalam pandanganya, tarif angkutan yang wajar itu adalah harga sesuai cost (pengeluaran) yang mereka punya sehingga keuntungannya tidak terlalu eksesif maupun perusahaan itu tidak mengalami kerugian.
Tarif angkutan atau harga yang terlalu rendah yang diterapkan angkutan online bisa dianggap sebagai tindakan jual rugi atau yang mengarah ke praktek predatori.

Operator taksi online harus benar-benar diawasi agar tidak merugikan konsumen. Terus terang ini khan merugikan konsumen sehingga operator taksi online harus benar-benar diawasi.

"Ini yang akan kita awasi terus, apakah harga ini akan terus bergerak naik seperti pernyataan pihak angkutan online," tutupnya. (rhm)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi