Pawai Budaya, Keris Puputan Badung Akan Diarak di Kota Denpasar

Selasa, 13 September 2016 : 17.48
DENPASAR – Kirab keris Puputan Badung dan maabandana akan menyemarakkan Festival Puputan Badung kembali digelar dan menjadi tonggak peringatan peristiwa kegigihan para pejuang Denpasar dalam merebut kemerdekaan di tanah Bali.

Dengan rencana kegiatan Festival yang melibatkan masyarakat Banjar Tainsiat dan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan akan menggelar kirab Keris Puputan Badung, dan pawai budaya Mahabandana Prasada.

"Kegiatan dilaksanakan pada 20 sampai 21 September 2016," sebut Kelian Dinas Banjar Tainsiat Gede Darmaja saat saat audensi dengan Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Selasa (13/9/2016).

Ditambahkannya, antusias masyarakat dari anak-anak sampai ibu-ibu Banjar Tainsiat sangat besar dengan Festival Puputan Badung ini.

Sampai-sampai ibu-ibu PKK Banjar Tainsiat berlatih baleganjur sampe larut malam untuk mempersiapkan Festival ini, dimana nantinya juga akan nada kuliner asli olahan warga Taninsiat.

Pelaksanaan pawai tahun ini akan dilaksanakan pada 20 September 2016 mendatang pada sore pada pukul 16.00 WITA di sekitar Puri Denpasar dan Banjar Tainsiat dari 4 Kecamatan se-Kota Denpasar.

Pada Festival Puputan Badung digelar di kawasan Banjar Tainsiat sebagai kawasan yang pernah terjadi peristiwa heroik Puputan Badung.

Kegiatan diisi kirab keris, pasar rakyat, pameran foto perjuangan, safari kesehatan, hiburan rakyat dan lomba-lomba akan digelar selama dua hari. Sementara pada kegiatan Mahabandana Prasada akan dilangsungkan dengan kegiatan pameran produk dan kuliner khas Kota Denpasar di depan Pura Jagatnatha selama 3 hari

Kemudian, pementasan kesenian tari atau tabuh di depan Pura Jagat Natha selama tiga hari, lomba melukis tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan lomba gerak jalan indah diikuti masing-masing kecamatan.

“Parade Gong Kebyar dari tingkat PAUD, Wanita, dan Dewasa juga akan digelar selama sebulan penuh yang diikuti duta-duta dari empat kecamatan se-Kota Denpasar,” ujar Darmaja.

Walikota Rai Mantra berharap dengan adanya Festival Puputan Badung, bisa membangkitkan jiwa heroik masyarakat akan kegigihan perjuangan pahlawan terdahulu dan bisa sebagai pemersatu masyarakat.

Selain itu, serta pelaksanaan yang tetap mengacu pada tanggal peristiwa heroik yakni 20 September diharapkan mampu menjadi tonggak peringatan peristiwa Puputan Badung yang memiliki filosofi kobarkan semangat masyarakat Kota Denpasar dalam pembangunan di segala bidang. (gek)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi