Pasar Rakyat Biang Keladi Kotornya Lapangan Pergung Jembrana

Selasa, 27 September 2016 : 17.46
JEMBRANA- Ajang tahunan Pasar Rakyat di lapangan Pergung, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana Bali setiap enam bulan sekali mulai Penampahan Galungan hingga Manis Kuningan dituding biang keladi penyebab kotor dan joroknya lapangan.

Pergelaran pasar rakyat hanya menguntungkan segelintir warga setempat namun menimbulkan krodit dan kemacetan arus lalu lintas di jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Pasalnya, pengunjung banyak memanfaatkan bahu jalan.

"Kalau sudah ada pasar rakyat pasti macet, meski banyak polisi mengatur lalu lintas, tetap saja macet,” ujar Wayan Suarbawa, warga Jembrana, Selasa (27/9/2016).

Tidak hanya menimbulkan kemacetan namun menimbulkan rawan kejahatan, seperti aksi pencopetan.

Lebih dari itu, usai pasar rakyat digelar, kondisi lapangan yang tiap harinya digunakan untuk berolah raga bagi warga menjadi kotor dan jorok.

Bahkan, insfrastruktur lapangan menjadi rusak. Padahal Pemkab Jembrana baru saja usai menata lapangan dengan mengeluarkan dana hingga miliaran rupiah.

Dari pantauan di lapangan, kondisi lapangan pergung dipenuhi sampah plastik dan kertas serta dedaunan.  Sisa sampah yang dibakar dibiarkan berserakan Juga terdapat batu-batu besar di tengah lapangan bekas digunakan sejumlah pedagang.

Areal publik untuk joging trak di lapangan juga banyak jebol akibat aktivitas pasar rakyat.

Selain kotor lapangan juga menebar bau pesing. Terutama di sisi utara lapangan berbatasan dengan kebun milik warga.

"Saya sarankan kedepan, agar pasar rakyat dipindahkan ke kawasan wisata Delod Berawah. Disitu kan ada lapangan juga dan tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas,” saran Suarbawa.

Kepala Kantor LHKP Pemkab Jembrana I Wayan Darwin mengatakan, kedepan hendaknya lapangan Pergung tersebut difungsikan sesuai kegunaannya.

Intinya lapangan itu diperuntukkan untuk olah raga. Namun jika untuk kegiatan lain seperti pasar jelas sudah melenceng dari kegunaannya,” tandasnya/

Pihaknya menyayangkan kondisi lapangan baru ditata rapi sekarang kondisinya rusak dan kotor serta jorok.

Diakuinya, institusinya tidak pernah dilibatkan dalam hal izin pelaksanaan pasar rakyat tersebut. Karena yang mengeluarkan izin adalah pihak kecamatan.(KN-2)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi