Menteri Yasonna Ungkap Penjara Tak Mampu Menampung Pelaku Narkoba

Kamis, 22 September 2016 : 00.00
Menteri Hukum dan HAM  Yasonna Hamonangan Laoly saat meresmikan Lapas Narkoba di Bangli 
BANGLI -  Menteri Hukum dan HAM  Yasonna Hamonangan Laoly mengungkapkan jika semua pengguna atau pelaku kasus narkoba semua ditangkap dan dipidanakan maka penjara yang ada di Tanah Air tidak akan mampu menampung mereka.

Ia menyebutkan, penyalahgunaan narkotika di Indonesia menjadi masalah yang serius,telah mencapai kondisi yang sangat memprihatinkan,bukan hanya di Bali saja namun di Indonesia sudah mencapai lima juta orang pemakai.

"Bali sudah mencapai 60 %  sementar di Medan, Sumatra Utara sudah mencapai 70 persen," ujar ungkap Menteri Hukum dan HAM  Yasonna Hamonangan Laoly dalam sambutannya saat peresmian Lapas Narkoba kelas II A Bangli yang berlokasi di dusun Buungan, Tiga, Susut Rabu (21/9/2016).

Pada saat yang sama, Menkumham juga meresmikan, Lapas Kelas II A Kerobokan dan gereja Emmanuel Lapas Kelas II A Kerobokan.

Yasonna menyampaikan, korban penyalahgunaan narkotika  sudah mengincar segala jenis lapisan dan tidak mengenal umur serta  profesi bisa terjadi kepada siapapun.

Saat ini narkoba tidak hanya ada diperkotaan saja namun sudah mengincar sampai kepedesaan bahkan oknum TNI

Polri,Profesor,pejabat, artis sudah terjangkit oleh barang haram ini. Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika “Korban penyalahgunaan narkotika telah mengincar berbagai jenis lapangan masyarakat.

Narkoba, tidak mengenal umur, tak mengenal profesi dan  bisa terjadi kepada siapa pun dan dimanapun.

Tidak hanya, hanya diperkotaan, bahkan sekarang ini telah masuk ke pedesaan. Ini masalah besar bagi kita, karenanya kita harus memberikan perhatian yang serius,” ungkapnya.

UU No.35 tahun tahun 2009 tentang narkotika, mengamanatkan bahwa pada hakikatnya hukuman pada pengguna narkotika tidak selalu bermuara pada pidana.

Seharusnya, pada tindakan rehabilitasi. Kalau memang itu mesti ditindak secara pidana, sesuai hasil survey diperkirakan sebanyak 5 juta orang masyarakat di Indonesia sebagai pengguna narkotika.

“Jika 10 persen saja dari 5 juta yang kecanduan narkotika kita tangkap,  dapat kita bayangkan kebayangkan mau ditampung dimana mereka,” imbuh Yasonna. (aan)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi