Manjakan Tidur Anda, Inilah Inovasi Terbaru Kasur Spring Air 2017

Selasa, 27 September 2016 : 10.21

JAKARTA - Mr. Eric Spitzer selaku The Global Chief Operating Officer of SPRING AIR INTERNATIONAL yang berkantor pusat di Boston USA meluncurkan koleksi terbaru kasur dan tempat tidur premium “ALL NEW SPRING AIR 2017” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada 22 September 2016.

Acara peluncuran nan megah diselenggarakan Massindo Group, lisensi merek Spring Air di Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam dan Vietnam.

Sebanyak 500 tamu lebih hadir dari berbagai kota di Indonesia dan tamu tamu VIP dari mancanegara seperti Jerman, Belgia, Singapura, Mesir, Perancis, Luxembourg, Tiongkok, Malaysia dan Vietnam.

“Tahun ini kami merayakan ulang tahun SPRING AIR ke-90 tahun, sejak didirikan Mr. Francis Karr pada tahun 1926 di Amerika Serikat. Pada kesempatan ini, kami memperkenalkan SmartComfort (interchangeable-individual Comfort) System kepada dunia,” kata Mr. Eric Spitzer dalam siaran pers diterima Kabarnusa.com belum lama ini.

SmartComfort adalah inovasi terbaru SPRING AIR yang sangat berguna. Konsumen dapat menyesuaikan sendiri tingkat kekerasan kasurnya sesuai dengan profil tubuh dan kebiasaan tidur konsumen tersebut hingga 16 variasi tingkat kekerasan.

Bukan hanya itu, dua orang yang tidur bersama dalam 1 ranjang SPRING AIR dengan SmartComfort, dapat tidur di tingkat kekerasan yang berbeda untuk sisi masing-masingnya.

SmartComfort telah dipatenkan secara internasional dan hanya terdapat di produk SPRING AIR.

Executive dari Latexco - Belgia John Cillen , menambahkan, Spring Air 2017 menggunakan Latex PULSE dari Belgia yang diproses menggunakan teknologi SonoCore sehingga memiliki ketahanan, kekenyalan dan sirkulasi udara yang terbaik berdasarkan hasil tes independen TUV Institute dari Jerman.

Dalam uji laboratorium TUV Institute menunjukkan bahwa dalam simulasi pemakaian selama 10 tahun, latex PULSE tidak mengalami perubahan kekerasan atau ketebalan.

Bahkan, dalam kondisi tes yang ekstrim, dimana beberapa jenis latex ditekan sebanyak 50% dari ketebalan aslinya dan dipanaskan di temperatur 70 derajat Celcius selama 22 jam, latex Pulse hanya kehilangan 2,55% ketinggiannya.

"Latex jenis lainnya, Talalay yang berkembang di tahun 1930an, kehilangan lebih dari 9% ketinggiannya, latex Dunlop kehilangan lebih dari 5% ketinggiannya,” kata John Cillen.

Dalam seri FOUR SEASONS dan BACK SUPPORTER, kasur-kasur Spring Air 2017 menggunakan kain halus yang bertaburan benang berwarna emas dan perak dengan Nano Silver Technology “Argentum+” dari pabrik kain BekaertDeslee yang berkantor pusat di Belgia.

“Argentum+ memberikan efek dingin, anti bakteri dan anti alergi,” kata Laurent Panelli, executive yang lahir di Perancis mewakili BekaertDeslee di acara peluncuran SPRING AIR yang sangat eksklusif ini.

Presiden Direktur Massindo Group Jeffri Massie, mengaku bangga menjadi bagian dari kesuksesan SPRING AIR INTERNATIONAL yang telah hadir di 40 negara.

Koleksi SPRING AIR 2017 telah hadir di Indonesia dapat dinikmati masyarakat premium Indonesia mulai sejak peluncuran di hotel Indonesia Kempinski ini.

Informasi tentang produk baru yang diluncurkan malam itu sudah dapat diakses masyarakat melalui situs www.springair.co.id dan produknya akan segera tersedia di jaringan toko SLEEP CENTER dan di agen-agen SPRING AIR di seluruh Indonesia.

Sekilas tentang merk Spring Air, diciptakan di Amerika Serikat oleh Francis Karr pada tahun 1926. Sejak itu, Spring Air telah menjadi pionir dalam berbagai inovasi yang sekarang dinikmati dunia. Pada tahun 1926, SPRING AIR menciptakan pegas dalam kasur dengan sistem ulir terbuka yang sangat baik menyesuaikan dengan berat pengguna kasurnya.

SPRING AIR berkantor pusat di Boston, USA. SPRING AIR memiliki 13 pabrik di Amerika Serikat dan memiliki lisensi-lisensi internasional yang telah beroperasi di 40 negara di dunia.

Pada awal tahun 2016, SPRING AIR memperkenalkan icon produk unggulannya dalam rangka memperingati ulang tahun SPRING AIR ke-90 : The Chattam & Wells “THE THRONE” di Las Vegas, USA.

“The Throne” dibuat menggunakan 10.000 pocket coils dalam 14 zona, FlexiCup latex dari Belgia, Gel-Infused Memory Foam, wool dari bulu domba terbaik, cashmere, rambut kuda yang sangat lembut dan serat sutera.

Materi pembungkusnya menggunakan kain anti air dan anti noda dari Belgia yang berbalut benang-benang berwarna emas yang sangat mewah, satin yang sangat halus seperti di gaun pengantin, kristal-kristal Swarovski, kulit sapi asli, kulit suede asli dan emblem berbalut emas 24 karat.

Sandaran dan divannya menggunakan kayu mahogani yang diukir dengan motif klasik berbalutkan warna emas seperti di istana Versailles, Perancis. Di Amerika Serikat, “The Throne” dijual dengan harga USD 30,000 per set-nya. (des)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi