Kesenian Taman Penasar dan Bondres Klasik Hibur Warga Denpasar

Jumat, 23 September 2016 : 04.30
DENPASAR- Event Maha Bandana Prasada Tahun 2016 serta memperingati  110 Puputan Badung, digelar pertunjukkan Kesenian Taman Penasar binaan Widya Sabha Kecamatan Denpasar Selatan menjadi suguhan hiburan tersendiri warga KOta Denpasar dan sekitarnya.

Geliat berkesenian ditunjukkan anak muda Kota Denpasar kian hari semakin menggairahkan, terlebih antusiasme tersebut didukung dan disokong penuh oleh Pemkot Denpasar.

Ditunjukkan serangkaian pembinaan serta penyediaan wadah bagi seniman muda unjuk kebolehan menampilkan kreatifitas berkeseniannya kepada para khalayak luas.

Juga pementasan Bondres Sanggar Seni Klasik Ardanareswari Banjar Tengah Sesetan di Stage Depan Pura Jagatnatha Denpasar.

Para seniman yang rata- rata berusia muda tersebut dengan lihainya menampilkan kesenian Taman Penasar diiringi instrumen musik tradisonal Bali seperti suling dan gender wayang.

Merdunya kekidungan dibawakan secara apik dan indah oleh seniman- seniman muda menambah indah pertunjukan.

Tidak kalah dengan pertunjukan Taman Penasar yang mengambil tema “Karang Awak”, pertunjukan Bebondresan Seni Klasik Ardanareswari yang menyinggung kisah heroik I Gusti Ngurah Made Agung juga memukau penonton.

Para penikmat seni di Kota Denpasar, mulai dari yang tua hingga anak-anak nampak antusias memadati arena pertunjukan dan menikmati jalannya pertunjukkan.

Taman Penasar adalah kesenian Arja Negak (Duduk). Para seniman duduk matembang, ada peneges diselingi dialog.

Tabuh pengiring Taman Penasar adalah tabuh geguntangan dan tembang yang digunakan adalah jenis Sekar Madya. Garapan yang kami sajikan dalam pertunjukkan ini mengambil tema pelestarian Mangrove.

Mangrove atau tanaman bakau tumbuh ditepi pantai. Hutan bakau di Bali terdiri dari jenis prapat, tanjang, lindur, dan pedada. Namun, semakin hari keberadaannya semakin sempit diakibatkan oleh perubahan lingkungan.

Melihat keadaan tersebut kami ingin mengajak semua pihak melestarikan hutan bakau karena hutan bakau bermanfaat antara lain sebagai tempat berkembangnya berbagai biota laut, menanggulangi abrasi, dan sebagai obyek wsata.

Dengan banyak manfaat tersebut marilah kita jaga hutan bakau dan mencintai tanah air kita, demikian disampaikan oleh Jro Mangku Langgeng Buwana, selaku pembina tembang sekehe Tembang Penasar Widya Sabha Densel ditemui disela- sela pementasan.

Ia berharap dengan diadakannya kegiatan seperti ini mampu memberi wadah bagi seniman muda untuk menunjukkan kebolehan menampilkan kreatifitas berkeseniannya kepada khalayak luas, apalagi kegiatan ini didukung  penuh oleh Pemkot Denpasar yang tidak lepas dari kegiatan berkesenian dan kebudayaan.(gek)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi