Kendalikan Inflasi, BI Dorong Dongkrak Produksi Komoditas Pangan

Jumat, 23 September 2016 : 00.00
DENPASAR- Bank Indonesia terus mendorong upaya untuk mendukung pengendalian inflasi dengan peningkatan produksi komoditas bahan pangan khususnya komoditas penyumbang utama inflasi.

Kepala Perwakilan Bank Indoesia (BI) Bali Causa Iman Karana mengungkapkan, sejalan dengan itu, BI telah memperkenalkan budi daya pertanian organik untuk komoditas padi, cabai, bawang merah dan daging sapi dengan pendekatan kelompok.

"Kelompok tani maupun ternak merupakan binaan Bank Indonesia merupakan entitas UMKM," sebutnya dalam temu bisnis di Gedung BI Bali Denpasar Kamis(22/62016).

Melalui pemberian bantuan teknis dan pendampingan, UMKM binaan Bank Indonesia telah menjadi UMKM yang handal baik dari segi kapabilitas SDM maupun organisasi.

Iman melanjutkan, pada umumnya, kelompok telah mampu berbudidaya dengan metode yang lebih advanced (organik) dan telah membentuk LKM (Lembaga Keuangan Mikro).

Kemudian, untuk meningkatkan kapasitas produksi produk pertanian di Bali khususnya pada komoditas penyumbang inflasi, sejak tahun 2015 KPw BI Provinsi Bali telah mengembangkan 13 klaster dan demplot di 5 (lima) Kabupaten di Provinsi Bali.

Komoditi padi dan bawang merah di Gianyar, kopi dan bawang merah di Bangli, padi di Jembrana, bawang merah di Buleleng serta sapi, bawang merah dan cabai merah di Karangasem.

Menurutnya, keberhasilan dalam budidaya perlakuan organik dibuktikan dengan pencapaian hasil panen yang meningkat drastis.

Subak Getas misalnya, telah mendapatkan hasil panen padi rata-rata 7,5 ton/Ha,  meningkat 45% dibanding sebelumnya  yang hanya mencapai rata-rata 5,5 ton/Ha;

KTTI Pulagan yang panen padi semula rata-rata hanya 5,5 ton/Ha pada hasil panen tanam tahap pertama meningkat menjadi rata-rata 7,8 ton/Ha dan hasil panen tanam tahap kedua menjadi 9,4 ton/Ha, meningkat sebesar 20%.

Permasalahan umum dihadapi UMKM antara lain keterbatasan dalam bidang produksi (baik segi kualitas maupun kontinuitas), pemasaran produk dan pembiayaan.

"Dalam upaya mengatasi permasalahan pemasaran, KPw BI Provinsi Bali menyelenggarakan temu bisnis sebagai salah satu sarana dalam mempertemukan pelaku bisnis dengan petani untuk saling bertukar pikiran, diskusi maupun sharing pengalaman," demikian Iman. (gek)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi