Kemendag Harapkan Pengusaha Lokal dan Pelaku Usaha Global Bersinergi

Rabu, 14 September 2016 : 21.04
KUTA - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) pemerintah mendorong agar dilakukannya sinergitas antara pengusaha lokal dan pelaku usaha global sekaligus memperkecil jurang kesenjangan antar merema.

Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini, mengatakan,  berdasarkan pengamatan, masih terdapat disparitas atau gap kesejahteraan antara masyarakat lokal dengan masyarakat global yang menggantungkan hidupnya di Bali.

"Sehingga gap tersebut perlu dicarikan solusi yang cepat, tepat dan komprehensif,” kata Martini dalam keterangan resminya pada forum konsiltasi dan identifikasi isu strategis perdagangan dengan tema “Menuju Produk Andalan Bali yang Juara” bertempat di Ramayana Resort and SPA, Bali Rabu (14/9/2016)

Dikatakan, potensi Provinsi Bali sangat besar di mana terdapat pelaku-pelaku usaha global.

Sehingga hal ini, seharusnya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya melalui sinergi yang tepat antara pelaku usaha global dengan pelaku usaha kecil/UKM untuk meningkatkan kesejahteraan pengusaha kecil/UKM di Bali.

Marthini menegaskan, kerja sama yang sinergi ini harus dilakukan secara transparan sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak baik pelaku usaha global maupun pelaku UKM”.

"Kemudahan berusaha bagi UKM sedang digarap dengan serius oleh Pemerintah saat ini," tegasnya.

Karenanya dalam rangka mendukung dan mendorong berkembangnya potensi ekonomi masyarakat, pemerintah berupaya menggerakkan dan menumbuhkan ekonomi Indonesia secara nasional sehingga dikeluarkan PKE ke IV dan XI yang diharapkan dapat mendorong kesejahteraan UKM.

Di pihak lain, kegiatan yang diikuti para pemangku kepentingan dan para pengusaha lokal dan asing di Bali itu, merupakan kerja sama dengan Dinas Perindag Provinsi Bali.

Pertemuan bertujuan meningkatkan nilai tambah produk, meningkatkan kelas pelaku usaha dari yang belum ekspor menjadi ekportir baru dan bagi eksportir dapat menjadi eksportir handal di pasar global serta mengidentifikasi komoditi potensial dari Bali sebagai usulan pilot projects produk potensial ke depan.

Selain itu, pertemuan ini dapat menjadi forum bagi pelaku usaha sukses agar dapat berbagi pengalaman dan memberikan motivasi bagi pelaku usaha lain agar semakin maju dan berkembang menjadi pengusaha juara di pasar global/world class businessman.

Forum konsultasi dihadiri Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha, Kelompok Tani, Pemerhati Budaya dll. Oleh karena itu, diharapkan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan diskusi-diskusi berkualitas untuk membangun Bali menjadi semakin baik.

Setelah 71 tahun Indonesia merdeka, struktur ekspor bangsa Indonesia masih didominasi oleh produk berbasis komoditi (raw material) sedangkan produk manufaktur (end product) masih relatif lebih sedikit, namun di Propinsi Bali memiliki struktur produksi yang unik.

Artinya, mempunyai struktur produksi kombinasi antara raw material, produk jadi dan services. Bali memiliki produk-produk unggulan yang sifatnya artisan, specialty, unique, branded dan organik, bukan produk umum yang banyak terdapat di pasar. Potensi tersebut harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemajuan ekonomi masyarakat.

Bali merupakan market place/etalase dunia yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali.

Disamping itu, Kementerian Perdagangan saat ini sedang melaksanakan beberapa pilot projects antara lain untuk komoditi Garam, Karet, Kelapa dan Beras.

Hal ini dilakukan sebagai langkah kepedulian pemerintah untuk masyarakat dan diharapkan ke depan apabila pilot projects tersebut berhasil maka dapat diduplikasikan secara lebih luas.

Khusus untuk pilot projects di Bali akan dilaksanakan untuk komoditi garam di Kabupaten Buleleng.

Pulau Bali juga memiliki berbagai produk organik, hal ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia terhadap bahan pangan organik yang terus naik.

Dengan begitu, potensi produk Bali di pasar internasional masih sangat terbuka dan bahkan seharusnya semua produk yang dihasilkan dari Bali merupakan produk organik.

Diharapkan melalui forum konsultasi ini akan menghasilkan rekomendasi yang tepat sehingga dapat diimplementasikan dan berdampak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat Bali. (rhm)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi