Kapolda Minta Dua Aktivis ForBali Serahkan Diri

Kamis, 08 September 2016 : 17.36
(ilustrasi /dok.kabarnusa)
DENPASAR - Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto meminta dua aktivis Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali) agar menyerahkan diri.

Dua aktivis itu pertama pemilik akun twitter@banaspati2001 dan pria berinisial IMJA yang diduga terkait aksi penurunan bendera merah putih saat aksi besar-besaran di Kantor DPRD Bali pada 25 Agustus 2016.

Saat ini, polisi memburu pemilik akun @banaspati2001 yang telah menulis kata-kata "Indonesia sudah mati!Pancasila Was Dead! Sembari mamajang foto diambil dari arah belakang saat memberi hormat bendera ForBali.

"Dia juga me-retewet tulisan akun@bali_merdeka yang menuliskan ormas-ormas di Bali bersatulah membela Bali! Kelak kalian uang menjadi tentara bagi Bali," tutur Kapolda dalam keterangan resminya kepada wartawan Kamis (8/9/2016).

Pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap sosok pemilik akun tersebut dan meminta klarifikasi atas apa yang dituliskan dalam media sosial itu.

Kapolda Sugeng, jajarannya juga tengah memburu aktivis ForBali lainnya, berinisi IMJA yang diduga telah menurunkan bendera Merah Putih saat demo tolak reklamasi di gedung dewan Renon.

Karena itu, Kapolda meminta agar yang bersangkutan menyerahkan diri untuk mempermudah pemeriksaan.

JIka hasil pemeriksaan dinyataka, tidak bersalah tentu sesuai mekanisme proses hukum yang bersangkutan akan dibebaskan dari tuntutan.

"Sekali lagi kami himbau agar dia menyerahkan diri," pinya Kapolda Sugeng. Sebelumnya, polisi juga menangkap aktivis berinisial IGPD yang bekerja di hotel yang disangka melanggar pasal 24 dan pasal 66 UU Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. (rhm)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi