Jangan Beli Sapi Pemakan Sampah, Ini Alasannya

Jumat, 02 September 2016 : 19.43
Pelatihan penyembelihan hewan qurban (Foto:humas ugm)
YOGYAKARTA - Dosen Fakultas Peternakan UGM, Edi Suryanto, Ph.D.  mengingatkan agar masyarakat tidak membeli sapi yang dipelihara dari lingkungan sampah dikarenakan kemungkinan besar terkontaminasi berbagai macam penyakit.

Seperti diketahui, menjelang Idhul Adha, permintaan hewan kurban meningkat. Meski demikian, panitia kurban diminta berhati-hati dalam memilih hewan kurban untuk disembelih.

“Jangan beli sapi pemakan sampah karena banyak sumber penyakitnya,” kata Edi dalam pelatihan penyembelihan hewan kurban di Auditorium Fakultas Peternakan UGM belum lama ini

Menurutnya, sapi pemakan sampah umumnya dagingnya banyak terkontaminasi penyakit karena daging sapi tersebut mengandung logam berat sehingga sangat berbahaya apabila dikonsumsi.

“Padahal, daging yang harus dikonsumsi itu harus sehat dan higienis,” ujarnya dikutip dalam laman ugm.ac.id.

Tidak hanya terkontaminasi logam berat, sapi pemakan sampah juga bisa berisiko terkena penyakit infeksi bakteri dan virus sehingga sangat membahayakan bagi manusia.

Untuk itu, kepada ratusan peserta pelatihan penyembelihan hewan kurban dari berbagai perwakilan masjid di DIY, Edi mengharapkan agar panitia kurban tidak segan-segan untuk menghubungi Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan pemeriksa hewan kurban.

Tujuannya, agar mengetahui kondisi kesehatan hewan kurban sebelum dan setelah disembelih.”Bisa meminta untuk dilakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem pada dokter hewan.

Ibadah kurban memberikan kesempatan bagi masyarakat luas berbagi daging kurban untuk dikonsumsi.

Meski hal itu, tidak mampu meningkatkan tingkat rata-rata konsumsi daging sapi per kapita masyarakat. Seperti diketahui, tingkat konsumsi daging sapi mencapai 2,56 kg per kapita per tahun.

Disebutkan, tingkat konsumsi makan daging di Indonesia masih kalah dengan Malaysia 15 kilo gram per kapita setahun. (wan)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi