Isu Separatis di Bali, Pasubayan Desa Adat Sebut Menteri Luhut Kebablasan

Jumat, 16 September 2016 : 06.26
DENPASAR - Isu adanya gerakan separatis dibalik aksi tolak reklamasi yang dimotori ForBali dan Pasubayan Desa Adat /Pekraman Bali sebagaimana disinyalir Menko Polkam Luhut Binsar Panjaitan seperti dilansir media dinilai berlebihan.

Koordinator Pasubayan Desa Adat/Pekaraman Bali Wayan Suarsa menepis isu tersebut. Bersama enam tokoh desa adat yang tergabung dalam Pasubayan Desa Adat/ Pekaraman membantah hal itu saat konferensi pers di Pura Gajah Sesetan Denpasar Kamis (15/9/2016).

"Terkait pernyataan Menteri Luhut Panjaitan, bagi kami suatu hal yang sangat tergesa-gesa, kebablasan sekali," tukasnya.

Mestinya, sebelum melontarkan pernyataan itu, Menteri Luhut turun melihat langsung, mendengarkan atau setidak-tidaknya bertemu dengan Pasubayan Desa Adat di Bali.

"Apakah betul itu, gerakan-gerakan, penolakan yang sekarang menjadi gerakan masyarakat Bali sampai sejauh itu (separatis," tegas Bendesa Adat Kuta tersebut.

Dia sudah menjelaskan secara panjang tentang keberadaan desa pekraman di Bali. Bahkan, sejarahnya desa adat turut berperan dalam membentuk NKRI.

"Bagi kami, kami tidak ingin terlalu jauh, tetapi statemen ini akan bisa diblowup di media, mudah-mudahan beliau (Menteri Luhut) bisa membaca, masih ada jiwa-jiwa nasionalis adat ini, bersama beliau untuk menjaga Bali, menjaga Indonesia ini<" tegasnya lagi.

Sekali lagi, pihaknya tidak mau berlebihan menanggapi. Yang pasti, isu separatis di Bali, tidak benar, tidak obyektif atau tidak mencerminkan kondisi yang ada.

"Karena kami tidak melakukan hal itu, kami tidak sampai sejauh ke ranah penuntutan dan sebagainya, bagi kami sebagai seornag pemimpin bisa melihat langsung mendengar, mempertimbangkan dengan benar, baru disampaikan dalam keputusan, bicara statemen di publik" tutupnya. (rhm)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi