Idul Adha, Warga Muslim NTT Bagikan Hewan Kurban ke Umat Lain

Minggu, 11 September 2016 : 20.00
(dok.kabarnusa)
KUPANG - Datangnya Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriyah dimanfaatkan oleh warga muslim di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur untuk peduli sesama dengan membagikan hewan kurban kepada umat non-Muslim serta kaum duafa dan fakir miskin, yang tidak merayakan hari raya Idul Adha.

Ketua Panitia Idul Adha Masjid Nurul Mubiean Namosain Muhammad Laluma menuturkan, jika di Masjid Nurul Mubien Namosain hampir setiap tahun selalu menyisihkan buat umat non-Muslim khususnya kaum duafa dan fakir miskin untuk mendapatkannya.

"Tahun ini juga kita lakukan hal yang sama," kata Laluma dilansir Antara Minggu (11/9/2016)

Menurutnya, hal itu  dilakukan sesuai dengan kesepakatan dari panitia Idul Adha di daerah Namosain, Kota Kupang yang merasa perlu berbagi kebahagiaan dengan umat non-Muslim di Kota Kasih tersebut.

Hal itu juga sebagai bukti bahwa Kota Kupang merupakan kota yang penuh kasih dan selalu hidup rukun dan damai dengan tetap menjalin toleransi antar umat beragama di daerah itu.

Sampai Saat ini, baru ada sekitar tiga ekor sapi yang tengah disiapkan untuk kurban, kemudian untuk kambing ada sekitar sembilan ekor.

"Namun jumlah tersebut dipastikan akan bertambah," sambungnya.

Diperkirakan akan ada sekitar 50-an ekor hewan kurban yang selain dibagikan kepada umat Muslim tetapi juga akan dibagikan kepada umat Kristen yang berada di sekitaran Masjid tersebut.

Laluma menambahkan, akan mendata secara baik siapa-siapa saja umat non-Muslim yang akan mendapatkannya sehingga nantinya hewan kurban tersebut bisa sampai ke umat Kristen yang memang layak untuk menerimanya.

"Artinya bahwa kita akan fokuskan kepada umat Kristen yang memang tidak mampu, atau yang berkesusahaan," tuturnya.

Tahun lalu ada sekitar 30-an umat Kristen yang tidak mampu yang mendapatkan hewan kurban.

"Namun tahun ini kita lihat terlebih dahulu jumlah hewan kurbannya," ujar Ketua Panitia Idul Adha Masjid Nurul Hidayat Kelapa Lima, Trisno Bano.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT Abdul Kadir Makarim mendukung dan meminta agar budaya membagikan hewan kurban kepada kaum yang tidak mampu di luar umat Muslim harus dipertahankan untuk menjaga toleransi antarumat beragama di NTT.

Tuhan itu menciptakan kita untuk saling berbagi. Tuhan tidak pernah membeda-bedakan mana umat Muslim, mana umat Kristen, atau juga Hindu atau Buddha.

"Oleh karena itu mari berbagi tanpa harus melihat agamanya," tandasnya. (gek)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi