Gebrak Pasar, GULAKU Jaga Warisan Budaya dan Bangga Produk Lokal

Jumat, 02 September 2016 : 21.34
JAKARTA - Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian makanan tradisional dan mendukung gerakan Ayo Kembali ke Pasar Tradisional GULAKU kembali menggelar serangkaian kegiatan Gebrak Pasar dan mengajak Ibu PKK di sejumlah pasar tradisional dan kelurahan di Jabodetabek.

Para Ibu-ibu diajak berpartisipasi dalam demo masak jajanan manis tradisional khas Nusantara. Communication Officer GULAKU Fiter Cahyono mengungkapkan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan kelanjutan program Jajanan Manis pertama.

Pihaknya ingin membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan kuliner nusantara sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari budaya luhur bangsa Indonesia.

"Kue Indonesia kental akan adat istiadat, memiliki filosofi tersendiri mulai dari penyajian, bahan pembuatan, hingga kekhasan momen keberadaan kue tersebut,” tutur Fiter dalam keterangan tertulisnya diterima Kabarnusa.com Jumat (2/9/2016).

Setiap kue memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing, yang menjadi bagian dari kearifan lokal suatu daerah dan sebagai bagian  kekayaan kuliner Indonesia.

Kue putri kandis dari Jambi yang masih asing di telinga masyarakat misalnya, kue ini serupa kue lapis, rasanya manis dan teksturnya lembut, proses pembuatannya harus telaten karena berlapis-lapis.

"Kue ini biasanya disajikan pada acara adat atau spesial di Jambi," tegasnya.

Pada periode kedua Jajanan Manis ini, GULAKU memperkenalkan kue khas berbagai daerah, diantaranya kue wingko babat (Jawa Tengah), kue baruasa (Makassar), kue lepet jagung (Jawa Timur), kue lapek bugis (Minang), kue bingka pandan (Kalimantan Selatan), kue pepe asli Betawi (Jakarta) dan kue mata kebo (Yogyakarta).

Totalnya mencapai 25 ragam resep jajanan manis yang dilengkapi dengan video  cara pembuatan hingga penyajiannya yang dapat dilihat melalui website www.resepgulaku.com.

"Masyarakat bisa mengenal lebih dekat jajanan manis khas Nusantara.  “Sudah saatnya jajanan pasar atau kue tradisional  diangkat menjadi ikon budaya bangsa,” sambung Fiter.

Di sela demo masak Jajanan Manis GULAKU Dalam kesempatan sama, Chef Yeni Ismayani mengatakan, melalui kegiatan Jajanan Manis GULAKU, para ibu-ibu dapat lebih mengenal ragam jajanan khas Nusantara.

Selain itu, mengetahui cara membuat kue dan pemilihan bahan pangan yang tepat seperti gula dalam setiap resep agar hasilnya maksimal. Demo masak kali ini, kami akan memperkenalkan kue lepet jagung dari Jawa Timur”.

Dijelaskan, cara membuat lepet jagung ini adalah dengan mencampur jagung yang telah diparut dengan kelapa parut, gula pasir, sedikit vanili dan garam.

Selanjutnya, Campuran bahan-bahan tersebut dibungkus dengan daun jagung yang sebelumnya sudah dibersihkan kemudian dimasak dengan teknik dikukus.

"Jenis kue basah ini memiliki citarasa manis, gurih, enak dan kenyal sehingga akan lebih nikmat ketika disantap,” ucap Chef Yeni.

Diketahui, seluruh rangkaian acara Gebrak Pasar dan edukasi kepada komunitas perempuan di sejumlah kelurahan dan kecamatan di Jabodetabek ini berlangsung Agustus-September 2016.

Sebelumnya, Mei lalu GULAKU sukses menggelar acara serupa dengan menggandeng sekitar 1000 ibu-ibu yang antusias mengikuti seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.

Bungkus Manis Berhadiah
Bersamaan kegiatan Gebrak Pasar tersebut, GULAKU juga menggelar program Bungkus Manis Berhadiah yang akan berlangsung selama dua bulan di setiap titik lokasi dan dilaksanakan hingga 30 November 2016.

Program ini bisa diikuti perseorangan (individu), RT, hingga kelurahan di beberapa area Jabodetabek sesuai kegiatan Jajanan Manis GULAKU.

Kegiatan dengan mengumpulkan bungkus GULAKU minimum 1 kg yang dibeli di mitra GULAKU di pasar tradisional yang telah ditentukan.  Bungkus GULAKU, bon pembelian serta foto kopi identitas dapat mereka masukkan di kotak pengumpulan di kantor kelurahan sesuai domisili peserta. Selain mengumpulkan bungkus untuk mendapat ragam hadiah, setiap pembelain 5 kg GULAKU akan langsung mendapat produk premium GULAKU 200 gram gratis.

Dengan kegiatan ini, GULAKU ingin menjadikan program Bungkus Manis Berhadiah sebagai apresiasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan komunitas di tingkat RT (Rukun Tetangga) yang memiliki peran penting sebagai pengambil keputusan untuk memilih produk terbaik bagi keluarga, terutama dalam memilih produk gula murni yang sehat dan bersih.

Berkaatan program Bungkus Manis Berhadiah, Fiter mengatakan, program loyalty konsumen ini akan memberi pengalaman menarik kepada setiap pelanggan GULAKU, baik dari sisi pengenalan produk maupun manfaat lain dari GULAKU yang sebelumnya mungkin belum pernah terpikir di benak pelanggan.

Untuk setiap kegiatan GULAKU harus menciptakan dan memiliki nilai-nilai positif bagi masyarakat yang terkait budaya Indonesia, dalam hal ini sesuai brand value GULAKU sebagai produk nasional.

Rangkaian kegiatan Jajanan Manis GULAKU dan Bungkus Manis Berhadiah ini mengajak kita bersama-sama untuk bangga dan cinta produk lokal dengan melestarikan kuliner jajanan tradisional, kembali ke pasar tradisional, hingga budaya guyub di masyarakat.

Pihaknya berharap melalui program loyalty ini dapat berlanjut dan kedepannya semakin mendekatkan brand GULAKU di hati masyarakat sebagai produk lokal yang berkualitas tinggi, terjangkau untuk semua segmen, serta peduli budaya Indonesia. 

Tentang Gula
Gula merupakan salah satu kebutuhan pokok sebagai pemanis makanan maupun minuman. Pemanis itu sendiri ada dua yaitu, pemanis alami terbuat dari tebu alami menjadi gula, dan pemanis buatan seperti terbuat dari sakarin, jagung, bit, dan bahan-bahan lain. Pemanis buatan atau sakarin dapat memberikan efek negatif seperti menyebabkan diare, alergi, pusing, dan iritasi kulit.

Sedangkan GULAKU merupakan pemanis alami karena terbuat dari 100% gula tebu yang hanya mengandung bahan alami sehingga aman dikonsumsi langsung dan tidak memberikan efek negatif.

Di Indonesia, pemakaian gula lazim sebagai bahan pemanis alami untuk membuat kue, jajanan tradisional, cookies, cake, dan banyak lagi. Dibandingkan gula lain, kualitas GULAKU  telah teruji karena terbuat dari 100% tebu alami, murni, bersih, dan berkualitas tinggi. GULAKU juga tidak mengandung zat pemanis buatan, pengawet ataupun pewarna dalam proses pembuatan.

Guna menjaga kemurnian, GULAKU dikemas secara higienis melalui proses pengepakan berteknologi tinggi dan tidak tersentuh tangan manusia, sehingga gula yang dihasilkan dijamin bebas dari kontaminasi apapun dan bermutu sangat tinggi.

GULAKU menerapkan mekanisme quality control sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan International Standard Operation (ISO).

Hal ini berbeda dengan kondisi “gula kiloan” yang melewati proses pengemasan secara manual sehingga rawan kontaminasi. Selain itu, di pasaran juga beredar gula mentah (raw sugar / gula biang) yang dikemas secara kiloan.

GULAKU hadir dalam berbagai macam ukuran kemasan sesuai dengan  kebutuhan sehari-hari masyarakat. Takarannya pun pas untuk berbagai makanan dan minuman bermutu tinggi dan higienitasnya tidak perlu diragukan lagi. Hasil gula dari GULAKU melalui proses empat tahap produksi untuk menjamin kebersihan, higienitas, kemurnian, dan alami. (wan)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi