Gandeng Unicef, AJI Gelar Workshop Jurnalistik Digital Security on Children

Jumat, 23 September 2016 : 14.59
Ketua AJI Indonesia Suwarjono (foto:kabarnusa)
CIPANAS - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar Worskhop Jurnalistik tentang perlindungan anak dari tindak kejahatan digital atau Digital Security on Children di Cipanas, Jawa Barat 22-25 September 2016.

Ketua AJI Indonesia Suwarjono saat membuka worskshop menyatakan, kegiatan dilatarbelakangi fakta kian berkembangnya dunia internet namun di sisi lain membawa dampak negatif tidak hanya orang dewasa namun juga bagi anak.

"Saat ini pengguna internet lebih dari 100 juta lebih, sekarang memiliki smartphone lebih dari satu, ini menunjukkan orang semakin mudah mengkases internet," kata Suwarjono dalam  workshop yang diikuti 20 jurnalis itu.

Disampaikan Jono, panggilan Suwarjono, perkembangan dunia internet kian massif. Bahkan, tidak sedikit anak-anak yang menjadi korban tindak kejahatan internet atau digital.

Menyadari betapa pentingnya memberikan perlindungan kepada anak dari berbagai tindak kejahatan berbasis digital atau online itu,  AJI ingin mendorong kalangan media agar turut bertanggungjawab, membangun kesadaran,  lewat tulisan-tulisan mereka dalam membangun kesadaran masyarakat atau orang tua dan pihak lainnya.

Banyaknya kasus baik yang melibatkan anak sebagai korban atau pelaku seperti kasus prostitusi online atau eksploitasi anak lainnya, yang ternyata media terlambat mengantisipasi perkembangan kejahatan dunia maya itu yang demikian cepat.

Secara budaya, biasanya, teknologi berkembang lebih dahulu, kemudian dibuatkan regulasi dan kemudian media turut berkontribusi.

Karenanya, saat ini, AJI mendorong bagaimana adanya perlindungan atau keamanan terkait database pengguna internet, yang salah satunya bisa menjadi dasar dalam membantu mencegah terjadinya kejahatan digital.

"Saya harapkan, teman-teman media secara profesional dengan karyanya bisa menyampaikan ke berbagai pihak," katanya.

Sebut saja, tidak ada jaminan data-data di internet yang aman atau dilindungi.

Banyak isu, yang akan mempengaruhi dunia digital khususnya bila berhadapan dengan membanjirnya informasi, yang mesti diantisipasi dengan baik oleh kalangan media.

Workshop merupakan kerjasama antara AJI Indonesia dengan UNICEF diikuti 20 jurnalis dari berbagai platform media online, cetak dan televisi di Tanah Air. (rhm)

Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi