Gandeng Tiongkok, Pelindo Energi Listrik Teken MoU Senilai USD 20 Miliar

Sabtu, 24 September 2016 : 23.16
DENPASAR-  Kerja sama dilakukan PT Pelindo Energi Logistik dengan perusahaan asal Tiongkok, China Communication Construction Company(CCCC Ltd) dengan nilai US$20 miliar itu untuk membangun infrastruktur LNG.

"CCCC Ltd saat ini tercatat sebagai perusahaan pengerukan ketiga terbesar di dunia dan telah mencatatkan pendapatan sebesar US$54,8 miliar pada tahun lalu," kata Direktur PT Pelindo Energi Logistik, Gembong Primadjaja. Jumat 23 September 2016.

Menurut Gembong, ‎pembangunan infrastruktur LNG sulit jika hanya mengandalkan dana APBN yang terserap untuk kepentingan strategis lainnya.

 "Kita mencari dana dari luar negeri dengan sistem partnership. Salah satunya dengan CCCC Ltd ini," sambungnya.

Kata dia, kerja sama ini, melanjutkan, kerja sama ini juga merupakan tidak lanjut dari kesepakatan antara Presiden Joko Widodo ‎dengan Presiden Tiongkok.

Di antara kesepakatan itu adalah mengembangkan investasi untuk manufaktur dan infrastruktur di Indonesia.

Kerja sama ini juga sejalan dengan amanat dari Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Benoa LNG Terminal pada Juni lalu, di mana mantan Gubernur DKI Jakarta itu melihat pencapaian luar biasa dan harus segera didukung oleh PLN. Secepatnya, infrastruktur yang sama juga harus diimplementasikan di daerah lain.

"Kami optimistis dengan dukungan dari CCCC Ltd ini maka kerja sama ini akan dapat mendukung pemerintah secara optimal dalam pembangunan infrastruktur energi di Indonesia," ujarnya.

"Sebagai perusahaan konstruksi nomor satu di Tiongkok, salah satu proyek mereka yang sudah kita nikmati di Indonesia adalah Jembatan Suramadu," tambah Gembong.

Gembong optimistis PT Pelindo Energi Logistik yang telah menjadi pelopor untuk pembangunan mini LNG Terminal pertama di Indonesia dapat menjadi pintu yang tepat untuk mengembangkan proyek infrastruktur energi lainnya di Indonesia.

‎Benoa LNG Terminal sendiri memasok gas untuk pembangkit listrik Indonesia Power yang berjarak 3,5 kilometer dari Pelabuhan Benoa.

Proyek tersebut menghabiskan dana sebesar Rp1,2 triliun. Dana dari hasil kerja sama itu juga dialokasikan sebesar Rp12 miliar untuk membangun infrastruktur yang sama di Surabaya. (rhm)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi