Frustrasi Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Gantung Diri Kembali Terjadi di Desa Batuaji

Rabu, 28 September 2016 : 16.07
ilustrasi/net
TABANAN - Dalam waktu tiga hari, terjadi dua kasus bunuh diri di Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. Kasus bunuh diri pertama terjadi Minggu (25/9/2016) yang dilakukan oleh Ni Kadek Yulistyawati (37), pegawai honorer di DPRD Tabanan yang nekat gantung diri di kandang babi karena tak kuat menanggung beban hutang.

Kali ini, bunuh diri dengan cara gantung diri dilakukan I Putu Sriada (41) di kamar tidurnya, Rabu (28/6/2016) sekitar pukul 06.00. Korban nekat gantung diri karena frustrasi penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Informasi di lapangan, Rabu pagi itu sekitar pukul 06.00, ibu korban I Gusti Ayu Made Sukarni (64) membawa segelas susu untuk korban di kamarnya. Ibu korban yang juga saksi ini kaget dan berteriak karena begitu masuk kamar melihat korban sudah tergantung di kusen jendela.

Mendengar teriakan tersebut, ayah korban I Putu Widnyana (64) langsung bergegas menuju kamar korban. Ayah dan ibu korban kemudian menurunkan jasad korban yang tergantung pada ketinggian sekitar 130 Cm di atas kasur. Korban gantung diri menggunakan selendang warna hijau.

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP I NYoman Sukanada seijin Kapolres Tabanan saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. "Kami langsung ke lapangan bersama tim medis untuk melakukan pemeriksaan, olah TKP dan mendengarkan keterangan para saksi," katanya.      

Menurut Kasat Reskrim, dari hasil olah TKP pihaknya menemukan sepucuk surat di kamar tidur korban. Surat yang ditulis korban tersebut pada intinya menyatakan bahwa korban merasa putus asa karena sakit menahun yang dideritanya tak kunjung sembuh.

"Berdasarkan pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Disimpulkan korban tewas karena bunuh diri dengan cara gantung diri," pungkasnya. (gus)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi