Buka Festival Reyog Ponorogo, Mendes Eko Jadi Warok Kehormatan

Senin, 26 September 2016 : 10.54
PONOROGO - Para sesepuh warok Ponorogo Jawa Timur mengukuhkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo sebagai Warok Kehormatan pada Minggu 25 Septe,ber 2016 malam.

Pengukuhan berlangsung di alun-alun Kabupaten Ponorogo dan tentu saja Menteri Eko merasa tersanjung dengan pemberian gelar tersebut. Diketahui, Menteri Eka mengalir darah Ponorogo dari Sang Ibu.

Eko kemudian menabuh gong tanda dimulainya festival reyog yang bersamaan dengan grebeg Syuro ke-23 yang tiap tahun diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Dalam sambutannya, Eko mengungkapkan, reyog merupakan satu kesenian lokal yang bisa menjadi kebanggaan nasional. Kebudayaan adiluhung itu patut dirawat, sebab sebuah kebudayaan merupakan ciri peradaban manusia.

"Kebudayaan yang menjadi peneguh peradaban mampu menjadi faktor yang berperan dalam meningkatkan arus perekonomian suatu masyarakat," ucapnya.

Misalnya, reyog bisa berperan dalam memberikan sumbangan pemasukan daerah, yang tentu saja ikut berperan dalam perputaran ekonomi masyarakat desa dari sisi kerajinan, kuliner dan industri lain yang dihasilkan desa.

Kegiatan festival nasional reyog itu akan diramaikan 39 group. Enam belas peserta berasal dari lokal Ponorogo sendiri, sementara sisanya adalah dari daerah luar Ponorogo, seperti Madiun, Magetan dan lain-lain.

Dengan peserta yang bisa mencapai ratusan orang, festival nasional reyog ini menjadi rutinitas wisata yang bisa menarik perhatian secara nasional, dan bahkan menjadi agenda nasional kebudayaan.

Sebagai seni kebudayaan yang telah menasional, reyog diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata yang tak hannya bagi wisatawan lokal, namun juga wisatawan mancanegara.

Karenanya, Menteri Desa berharap ada sisi lain yang bisa digerakkan secara ekonomi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Panitia festival reog Ponorogo menyebutkan, festival kesenian reog ini bisa memutarkan uang dalam jumlah besar.

Pasalnya, selain ada pentas kebudayaan, di sekitarnya juga ada pasar rakyat yang keseluruhan uang berputar diperkirakan mencapai sepuluh miliar lebih. (des)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi