Turunkan Inflasi Hingga 2,7 Persen, Ini Jurus TPID Bali

Rabu, 10 Agustus 2016 : 06.19
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali Causa Iman Karana (foto:Kabarnusa)
DENPASAR - Dari 34 Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Tanah Air Provinsi Bali berhasil meraih penghargaan sebagai TPDI terbaik bersama Jawa Tengah dan Sumatra Utara.

Presiden Joko Widodo menyerahkann penghargaan tersebut kepada daerah-daerah yang memiliki kinerja terbaik pada tahun 2015. Ketiga daerah itu mewakili kawasan Sumatra, Pulau Jawa dan kawasan Timur Indonenesia.

"Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antar instnasi seperti Pemprov Bali, Pemkot dan Pemkab, Bank Indonesia, Pertamina dan instansi terkait lainnya," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali Causa Iman Karana kepada awak media di kantornya Selasa 9 Agustus 2016.

Tak kalah pentingnya lanjut Iman, dukungan seluruh masyarakat Bali untuk turut mengendalikan laju inflasi.

Sinergitas upaya pengendalian inlasi dilakukan TPDI Bali selama ini dilakukan dalam bentuk pasar murah, operasi pasar, pemantauan jalur distribusi, sidak hingga pengelolaan ekspektasi masyarakat lewat talkshow di berbagai media seperti radio, televisi, hingga pers rilis.

Tidak hanya meraih predikat TPID terbaik, penghargaan sebagai TPDI berprestasi juga diraih dua kabupaten di Bali yakni Pemkot Denpasar dan TPID Pemkab Badung.

Iman menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam upaya pengendalian inflasi terlihat dalam penanaman berbagai komoditas holtikultura yang menjadi penyumbang inflasi seperti di pekarangan atau halaman rumah sebagau penyangga terhadap pangan lewat sistem urban farming dan program tumpangsari.

Penghargaan atas kinerja TPID Bali diberikan atas program khusus yang cukup berhasil secara efektif mengendalikan harga seperti dengan penandatanganan komitmen bersama pengendalian inflasi dan SK pembentukan TPID di masing-masing daerah.

Dengan penghargaan ini, lanjut Iman, ke depan akan terus ditingkatkan koordinasi dengan berbagai instansi yang telah terjalin dengan baik serta pelibatan dukungan masyarakat lainnya.

Salah satu koordinasi yang dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama perdagangan antar daerah untuk pemenuhan pasokan komoditas pangan antar kabupetan dan kota di Provinsi Bali.

Lewat Dinas Peetanian terus mengupayakan peningkatan produksi pertanian lewat program simantri dan puspasari, penyedian bantuan subsdidi pupuk dan benih. Juga, pengembangan produksi cabai merah dan bawah merah di Kabupaten Bangli dan Klungkung sebagai senra hortiklutura di Bali.

Berbagai upaya yang dilakukan TPID Bali menunjukkan hasil dengan turunnya inflasi secara tajam dari 8,4 persen tahun 2014 menjadi sebesar 2,75 persen pada tahun 2015.

"Angka itu merupakan angka inflasi terendah sejak tahun 1986 atau selama 29 tahun terakhir berdasar catatan Badan Pusat Statistik Bali," sambung Iman.

Jadi, rata-rata inflasi 2011-2015 tercatat sebesar 5,56 persen lebih rendah dari rata-rata nasional yang besarnya 5,63 persen. (rhm)










Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi