Tingkatkan Daya Saing, Telkom Bangun Kampung UKM Digital Celuk

Minggu, 14 Agustus 2016 : 21.33
Menkop Puspayoga meninjau transaksi penjualan online di Broadband Learning Center Celuk Silver Village (foto:istimewa)
GIANYAR - Telkom Witel Denpasar meluncurkan program Kampung UKM Digital kedua di Bali setelah Sanur Denpasar yakni Kampung UKM Digital “Celuk Silver Village” di Kabupaten Gianyar sebagai wujud nyata dalam memajukan UKM di Bali,

Peluncuran Kampung Digital UKM diresmikan Menteri Koperasi Usaha Kecil Menengah RI AA. Gede Ngurah Puspayoga saat pembukaan Celuk Jewelry Festival di Wantilan Pura Desa Celuk, Sabtu ( 13/8/2016).

Turut hadir, Wakil Bupati Gianyar Made Mahasyastra didampingi GM Witel Denpasar I Gusti Bagus Ranuh dan GM Micro Business DBS Andrian Sani Harahap.

PT. Telkom Indonesia, Tbk ( Telkom ) sebagai salah satu BUMN Indonesia berperan sebagai agen of development bagi Indonesia.

Artinya Telkom mempunyai kewajiban ikut serta dalam setiap upaya untuk memajukan Indonesia khususnya dalam bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Hal itu sesuai nawacita Presiden RI antara lain yakni meningkatkan produktivitas rakyat & daya saing di pasar internasional.

Selain itu, untuk membangun Kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Diketahui, Event Celuk Jewelry Festival digagas berdasarkan rasa peduli masyarakat Celuk terhadap warisan seni kerajinan perak dan emas. Juga kerja sama dengan Telkom dalam dukungannya membangun inftrastruktur Fiber Optik.

Event Celuk Jewelry Festival mengangkat tema perayaan 100 tahun Desa Celuk sebagai desa pengerajin perhiasan perak dan emas di Bali. Dalam event ini pula Telkom menobatkan Desa Celuk sebagai Kampung UKM Digital dan membentuk Broadband Learning Center (BLC).

Menteri Puspayoga mengapresiasi peluncuran Kampung UKM Digital di Desa Celuk ini.

Menkop menilai, langkah Telkom mendorong pelaku UKM goes digital sudah tepat dalam meningkatkan daya saing pebisnis di masa depan.

Ia yakin perhiasan perak hasil karya masyarakat Celuk bisa bersaing di pasar luar negeri, karena memiliki kualitas yang bagus.

Hanya saja pengrajin diminta harus berani memanfaatkan sarana digital untuk mempromosikan hasil karyanya.

"Tanpa kita berani berbuat digital kita akan ketinggalan kereta, dengan catatan kualitas produk harus kita tingkatkan," ujar Puspayoga.

Disamping itu Menkop juga menugaskan para Deputynya untuk membantu membangun Celuk, karena ia menilai Celuk memiliki historis yang patut untuk dihargai dan tidak boleh hilang. (gek)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi