Seniman Bondres Tabanan Diundang Presiden Jokowi ke Istana

Jumat, 12 Agustus 2016 : 03.00
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menerima rombongan seniman bondres (foto:istimewa)
TABANAN – Presiden Joko Widodo mengundang seniman bondres Sujana bersama Sekeha Bondres Catur Bahpini ke Istana Negraa setelah berhasil menjadi juara satu Lomba Tenaga Kesehatan Teladan Bidang Promosi Kesehatan Tingkat Provinsi Bali.

Aktivitas penyuluhan memanfaatkan media kesenian rupanya masih cukup efektif dilakukan di saat ini. Terlebih bagi masyarakat kebanyakan yang latar belakang pendidikannya beragam.

Efektivitas penyuluhan dengan media kesenian ini setidaknya dibuktikan oleh I Nyoman Sujana, tenaga kesehatan dari Puskesmas II Selemadeg Timur.

Karena keberhasilannya itu Sujana dan sekeha bondresnya tersebut akan diundang Presiden RI Joko Widodo untuk hadir dalam upacara Peringatan Proklamasi RI Ke-71 di Istana Negara, 17 Agustus 2016 mendatang.

Sujana menyampaikan rencana kepergian ke Istana Negara saat beraudiensi dengan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pada Selasa 9 Agustus 2016.

Slain menyampaikan keberhasilan duta Tabanan di Lomba Tenaga Kesehatan Bidang Promosi Kesehatan, di kesempatan yang sama rombongan Dinas Kesehatan juga mengabarkan keberhasilan Puskesmas I Baturiti merebut juara kedua Lomba Puskesmas Berprestasi Tingkat Provinsi Bali 2016.

Puskesmas I Baturiti bersama Puskesmas I Penebel, Puskesmas I Kediri, dan Puskesmas II Kerambitan akan segera diakreditasi akhir Agustus 2016 ini. Rencananya, proses akreditasi tersebut akan dinilai langsung oleh Kementerian Kesehatan RI.

Terkait keberhasilan Sujana dkk, Bupati Eka terinspirasi membuat program yang sama bagi kegiatan lainnya. Tidak hanya kesehatan saja, namun pendidikan dan bidang lainnya.

“Memang lebih baik menyampaikan program-program dengan menggunakan media-media yang dekat dan akrab dengan masyarakat," kata Eka.

Kesenian contohnya, akan lebih mudah bagi masyarakat mendapatkan informasi.

"Selain dapat hiburan. Karena masyarakat kan haus hiburan juga,” ujarnya.

Informasi perlu disampaikan ke masyarakat, berkaitan tindakan preventif atau pencegahan. Di bidang kesehatan bisa dengan menyampaikan program pencegahan penyakit seperti demam berdarah (DB), rabies, atau kanker serviks.

Terlebih lagi, metode ini akan sangat efektif dilakukan di tingkat bawah. Khususnya Puskesmas yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Peran masyarakat itu juga penting. Meskipun pemerintah sendiri sebetulnya punya program reguler. Saya rasa, terobosan seperti ini harus diterapkan juga untuk bidang lainnya, entah bidang pendidikan atau lainnya.

"Karena akan mudah diterima informasinya oleh masyarakat. Jadi bisa dengan melibatkan sekeha kesenian atau sekeha teruna-teruni. Ini perlu diprogramkan,” imbuhnya. (gus)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi