OJK Matangkan Pembentukan Satgas Waspada Investasi di Bali

Sabtu, 20 Agustus 2016 : 05.58
Deputi Pengawasan Keuangan OJK Regional 8 Bali Nusra Nasirwan (foto:Kabarnusa)
BANGLI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra tengah mematangkan pembentukan Satuan Tugas Waspada Investasi yang akan melakukan pengawasan terhadap penggalangan dana pihak ketiga dengan melibatkan berbagai unsur.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 8 Bali Nusra Nasirwan mengatakan, saat ini terus dimatangkan rencana pembentukan Satgas terssebut dengan melakukan pertemuan dan koordinasi bersama pihak terkait.

Diharapkan, dalam waktu dekat Satgas tersebut sudah bisa beroperasi menjalankan tugasnya melakukan pengawasan penggalangan investasi di masyarakat.

"Bulan depan, Satgas sudah beroperasi," katanya dalam media gathering dan workshop jurnalis keuangan yang digelar di Toyabungkah, Bangli Jumat (19/8/2016).

Beberapa pihak dilibatkan, mulai kepolisian, kejaksaan, SKPD, Disperindag, Bank Indonesia, Kanwil Agama hingga BKPM.

Dijelaskan, Nasirwan Satgas ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dan pelaku investasi terhadap investasi atau penggalangan dana yang tidak memiliki izin atau ilegal.

Hal itu juga dilatarbelakangi, dengan beberapa kasus penggalangan dana investasi ilegal yang merugikan masyarakat yang terjadi di Bali.

Di pihak lain, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Zulmi yang membuka kegiatan menyatakan, pihaknya mencoba memfasilitasi para jurnalis dengan memberikan workshop untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam industri jasa keuangan seperti pasar modal.

Demikian juga, berbagai persoalan dan isu-isu penting di industri jasa keuangan yang mesti dikuasai kalangan jurnalis.

Bagaimana perkembangan pasar modal dan investasi pasar modal yang terjadi di Bali maupun secara nasional bisa diketahui kalangan media.

"Paling tidak mengetahui bahwa investasi pasar modal tidak sesulit yang dibayangkan, karena dengan hanya Rp100 ribu, bisa bertranskasi di pasar modal," sambung Zulmi.

OJK terus mensosialisasikan berbagai kebijakan dan program atau produk-produk dalam industti jasa keuangan ke masyarakat, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah daerah dan seterusnya.

Harapannya, agar sejak dini seperti pelajar sudah akrab atau terbiasa dengan informasi informasi tentang pasar modal dan industri jasa keuangan lainnya yang sejatinya relatif mudah dipahami masyarakat.

Gathering dan Workshop Jurnalistik diikuti 30 peserta dari jurnalis cetak, online dan radio baik di Bali, NUsa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. (rhm)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi