Menteri Khofifah Sebut Transaksi Narkoba Capai Rp 6 Triliun

Minggu, 07 Agustus 2016 : 08.16
Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa (dok.kabarnusa)
SURABAYA - Menteri Sosial yang Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mengingatkan ancaman bahaya narkoba bagi generasi muda bahkan transaksi barang haram itu disebut-sebut mencapai hingga Rp 6 Triliun.

Khofifah menyampaikan hal itu saat bertemu dengan para Muslimat NU Surabaya bersama PCNU Surabaya menggelar halal bihalal di Sport Center UIN Sunan Ampel, Surabaya, Sabtu 6 Agustus 2016.

Ditambahkan, Khofifah Indar Parawansa, saat ini sudah enam triliun uang rupiah dihabiskan untuk membeli narkoba.

Anak muda menjadi sasaran bisnis haram itu terbukti para pelaku memiliki berbagai macam cara mendekati dengan beragam jenis narkoba baru yang teranyar jenis makanan anak kecil seperti bentuk permen.

"Sekarang para bandar narkoba ini, sudah menyasar generasi muda kita. Jadi hati-hati para orang tua, jangan sampai anak-anak kita memakan permen ini," pesannya dikutip nu.or.id.

Pada kesempatan ini mereka mendeklarasikan diri sebagai laskar antinarkoba. Deklarasi ini diikuti oleh Muslimat NU tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Surabaya.

Ketua Muslimat NU Surabaya Lilik Fadillah mengatakan, tugas seorang ibu adalah melindungi anak-anaknya.

Selain itu seorang ibu harus banyak berdoa untuk keselamatan buah hatinya. Untuk itu, Muslimat Surabaya mendeklarasikan gerakan antinarkoba.

"Saya tahu betul di mana kelompok-kelompok narkoba itu berada. Mari kita rapatkan barisan untuk memerangi narkoba," jelasnya di hadapan ratusan warga NU yang hadir.

Pada kesempatan ini mereka mendeklarasikan diri sebagai laskar antinarkoba. Deklarasi ini diikuti oleh Muslimat NU tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Surabaya.

Deklarasi laskar antinarkoba disaksikan Hj Khofifah, Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah, Rais Syuriyah PCNU Surabaya KH Mas Sulaiman, Ketua PCNU Surabaya H Muhibbin Zuhri, KH Sholeh Qosim, KH Agoes Ali Masyhuri, anggota DPR RI Arzeti Bilbina, BNN Surabaya, Granat Surabaya, dan para akademis di kalangan NU. (des)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi