Mayoritas Tamu Penginapan di Jembrana Pasangan Tak Resmi

Senin, 08 Agustus 2016 : 07.45
(ilustrasi/net)
JEMBRANA - Pengakuan sejumlah pegawai penginapan atau hotel kelas melati di Kabupaten Jembrana Bali cukup mencengangkan hampir mayoritas tamu yang menginap adalah pasangan tak resmi alias selingkuh.

Kabar tewasnya seorang Kelian Adat di Jembrana saat berbuat mesum di hotel dengan wanita idaman lain, menjadi bukti, perilaku mesum di kalangan beberapa warga yang dipandang sebagai satu kebutuhan pokok.

Dari beberapa kali operasi sasaran penyakit masyarakat seperti pasangan mesum yang dilakukan aparat kepolisian, semua penginapan dan hotel kelas melati dihuni pasangan mesum.

Salah satu penginapan/hotel melati tiap harinya rata-rata dikunjungi 20 sampai 25 pasangan mesum. Jumlag penginapan/hotel melati mencapai puluhan.

"Sekarang pengunjung sepi, satu hari tamu paling banyak antara 20 sampai 25 pasang datang ke hotel," cerita NP seorang penjaga Hotel melati di Jembrana, Minggu 7 Agustus 2016.

KOndisi itu menurutnya, karena gencarnya operasi pekat petugas kepolisian, Satpol PP hingga TNI.

Dia membandingkan, sebelumnya, tamu sampai 40 pasang tiap hari/

Mereka yang menginap kebanyakan adalah pasangan tak resmi yang sama-sama memiliki pasangan yang resmi.

Kemudian, pasangan yang laki-lakinya sudah punya istri sementara perempuannya seorang janda dan kebanyakan perempuan pemamdu kafe.

"Kalau pasangan ABG atau remaja jumlahnya sedikit dan mereka masuk hotel pada hari-hari tertentu, misalnya malam minggu,” imbuh NP.

Tarif yang dipasang relatuf murah antara Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu untuk Shotime berkisar satu sampai tiga jaman.

Sedangkan sewa hotel yang diatas Rp 50 ribu agak jarang dikunjungi oleh pasangan gelap itu.

Penjaga hotel lainnya JR, juga mengatakan hampir seluruhnya tamu hotel tiap harinya adalah pasangan yang menjalin hubungan terlarang.

Ironisnya, dengan alasan agar hotel ramai, pihak pengelola memberikan kelonggaran kepada para tamu agar hotel-hotel tanpa melakukan pemeriksaan lebih jauh seperti tidak mencatat identitas.

"Pokoknya jika ada tamu datang langsung bayar sewa kamar, kami serahkan kunci, kami tidak pernah mencatat identitasnya<" ucapnya jujur.

Dia berdalih, jika semua tamu dicatat identitasnya, maka dipastikan tidak ada yang mau masuk ke hotel. (dar)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi