Mantan Bupati Gede Sumantara Pimpin Demokrat Karangasem

Sabtu, 27 Agustus 2016 : 17.18
Gede Sumantara  (foto:kabarnusa)
DENPASAR - Mantan Bupati Karangasem Gede Sumantara akhirnya terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Karangasem periode 2016-2021 setelah menang tipis dari kader muda  IGN Eka Mulyawan.

Sumantara meraih dukungan enam suara selisih tipis dari Eka Mulyawan yang mengantongi empat suara, satu suara tidak sah, dalam musyawarah cabang ketiga yang digelar di Kantor DPD Partai Demokrat Bali Renon Denpasar Sabtu (27/8/2016).

Sebelumnya, beberapa waktu lalu dalam Musyarah Cabang DPC Demokrat Karangasem, sempat deadlock, lantaran baik Sumantara maupun Muliawan sama-sama memiliki dukungan kuat dari arus bawah.

Akhirnya, disaksikan pengurus DPP Demokrat, pelaksanaan Muscab kembali digelar yang dipantau langsung Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta.

Usai terpilih, Sumantara berjanji siap membesarkan partai berlambang bintang mercy di kabupaten berjuluk bumi lahar itu.

"Saya akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sebagai penanggungjawab Partai Demokrat di Karangasem," tandasnya.

Dia juga mengaku, tetap akan merangkul Muliawan, rival politiknya itu, untuk diajak masuk dalam kepengurusan DPC, guna mendongkrak suara partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Karangasem.

Soal target politik, Sumantara bertekad, akan membawa Demokrat sebagai partai yang dipercaya rakyat dengan dukungan suara di Pemilu 2019.

"Target saya, bisa memiliki satu orang wakil rakyat di sembilan kecamatan pada pemilu mendatang," tegasnya.

Sementara itu, Mulyawan mengaku bisa menerima hasil itu, meskipun sebagai manusia biasa, tentu dia merasa kecewa karena kalah dalam berkompetisi.

"Inilah Partai Demokrat, itulah kompetisi, menang dan kalah itu hal lain, kita tetap akan bersama-sama berangkulan, membesarkan partai," ucapnya.

Hal itu juga sudah digariskan partai, bahwa kader harus mendukung siapapun yang terpilih dalam Muscab, semua harus berkomitmen untuk mendukung calon terpilih.

Mulyawan juga siap untuk masuk dalam struktur partai guna membangun kerja-kerja poitik berikutnya.

"Kita lihat saja nanti, bagaimana formatur tentukan strukturnya," imbuh dia. Yang pasti, dia menilai proses Muscab, berjalan demokratis, tidak ada tekanan atau paksaan semua pihak harus menerima hasil tersebut. (rhm)


Berita Pilihan
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi