LBH Desak Polda Bali Sidik Kasus Pembunuhan Anak di Karangasem

Sabtu, 13 Agustus 2016 : 13.54
Ilustrasi kasus pembunuhan. (http://cdn-media.viva.id)
DENPASAR - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali mendesak kasus kematian seorang anak di Kabupaten Karangasem yang diduga menjadi korban pembunuhan agar segera diambil penanganannya dari Polres Karangasem ke Polda Bali.

Koordinator Kasus tersebut dari LPB Bali Ni Wayan Sita Metri menyatakkan kejadian hilangnya korban yang kemudian ditemukan dalam kondisi tak bernyawa terjadi pada 29 Januari 2015.

"Korban dalam kondisi tidak bernyawa, kematiannya tidak wajar, "ujar Sita Sabtu (13/8/2016). 

Kakek korban, menemukan anak tersebut dalam kondisi telungkup, badan dan perut korba terendam air sedangkan muka korban di ganjaloleh pelepah kelapa sehingga tidak terendam air.

Di badan korban ada goresan, bibir robek. Korban yang telah ditemukan langsung dibawa ke rumah, kemudian tidak lama setelah itu polisidatang untuk di bawa ke RSU Sanglah untuk di otopsi jam 22.30 wita.

Hasil yang mengejutkan korban sempat makan telor mata sapi sekitar jam 11.00 wita karena makanan belum tercerna dalam porsi normal anak. karena hujan tidak ditemukan sidik jari pada tubuh korban.

"Sayangnya keluarga korban tidak pernah mendapat SP2HP terkait kasus meninggalnya korban, walaupun ayah korban telah meminta mengenai perkembangan kasus," sambungnya.

Barulah setelah LBH Bali mendatangi Polsek Sidemen meminta SP2HP, namun Polsek Sidemen berbelit-belit dan baru memberikan 2 minggu kemudian.

Anehyam, Polsek baru mengirimkan 2 SP2HP dengan tanggal berbeda yakni 16 September 2015 dan 23 Januari 2016 bersamaan bukti laporan dari ayah korban.

Tanggal 7 maret 2016 LBH Bali mengirimkan surat permohonan pemindahan perkara ke Kapolres Karangasem, kemudian 7 April 2016 dilakukan Gelar Perkara di Polres Karangasem.

Menurut Polisi, dalam kasus matinya KCD ini ada dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut, yaitu dugaan tindak pidana pembunuhan.

Hal itu sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 sub 338 lebih sub 351 ayat 3 KUHP dan dalam peristiwa ini polisi belum menemukan tersangkanya.

Adapun beberapa saran dan masukan dari polisi antara lain adalah meminta polisi untuk menggunakan psikologi forensik untuk menginterogasi beberapa orang yang diduga menjadi pelaku pembunuhan.

Polsek sidemen akan melakukan atensi terhadap penanganan kasus tersebut akan tetapi pemerikasaanya tetap dilakukan oleh polsek sidemen.

Lantaran belum ditemukan titik terang dan Polres Karangasem tidak ikut serta dalam pemeriksaan selanjutnya sehingga pihaknya menyampaikan pandangan agar kasusnya diambil alih Polda Bali.

Sesuai diutarakan pada gelar perkara, maka tanggal 1 Juli 2016 dimohonkan pemindahan Penanganan Perkara ke Polda Bali, namun hingga saat ini Polda Bali belum merespon.

Ia mengingatkan,. anak sebagai asset masa depan bangsa dan kejahatan terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa, sehingga berdasarkanPasal 20 UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahanatas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,

Negara, Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat, Keluarga, dan Orang Tua atau Wali berkewajiban dan bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan PerlindunganAnak”.

Serta Pemerintah Daerah memiliki andil besar dalam terwujudnya perlindungan anak seagaimana diatur dalamP asal 20 ayat (4) UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentangPerlindunganAnak),

“Untuk menjamin pemenuhan Hak Anak dan melaksanakan kebijakan sebagai mana dimaksud pada ayat (3), Pemerintah Daerah berkewaji bandan bertanggungjawab untuk melaksanakandan mendukung kebijakan nasional dalam penyelenggaraan Perlindunga nAnak di daerah”.

Karenanya, LBH mendeesak agar penanganan kasus kematian anak berdasarkan Laporan Polisi No. LP/02/I/2015/BALI/RES ASEM/SEK SIDEMEN penangananya ke Unit PPA Polda Bali.

"Kami meminta Aparat Penegak Hukum untuk serius dan profesional dala mmenangani kasus Kematian Anak dengan Laporan Polisi No. LP/02/I/2015/BALI/RES ASEM/SEK SIDEMEN," sambungnya.

Pihaknya juga mendorong DPRD Provinsi Bali dan Stakeholder terkait untuk ikut serta mengawal penegakkan hukum kasus anak di Bali khususnya  Kematian Anak berdasarkan Laporan Polisi No. LP/02/I/2015/BALI/RES ASEM/SEK SIDEMEN  (rhm)
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi