Begini Modus PSK Hotel Melati di Jembrana

Rabu, 10 Agustus 2016 : 18.36
Mucikari dan PSK dibekuk Polres Jembrana (foto:kabarnusa)
JEMBRANA - Polisi membekuk SH (28) seorang penjaga hotel melati asal Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo Jembrana yang menawarkan para wanita penjaja kenikmatan kepada pria hidung belang.

Praktek Pekerja Seks Komersial (PSK) terselubung kembali diendus kepolisian Reskrim Polres Jembrana Selasa 9 Agustus 2016.

SH dibekuk polisi saat menjual dua orang wanita muda kepada dua orang tamu hotel.

Kepada petugas, SH bertutur bagaimana cara menggaet tamu laki-laki yang ingin berkencan.

Saat itu, dua tamu laki-laki didekatu SH dan dari pembicaraan diputuskan memesan dua wanita untuk menemami di kamar hotel.

Tanpa basa-basi SH langsung menyanggupi mencarikan 'ayam" sesuai pesanan.

Sekitar pukul 19.30 wita, SH menelpon APRW (19) dan memintanya datang ke hotel untuk melayani tamu.

"Dia menghubungi sang mami APRW agar mengajak satu wanita lainnya mengingat tamu hotel ada dua orang," kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra, Rabu (10/8/2016).

Dalam hitugan menit datanglah APRW diketahui berasal dari Desa Yehkuning, Jembrana dengan mengajak temannya, yakni LAS (22) asal Kelurahan Dauhwaru Kecamatan Jembrana.

Keduanya sepakat berkencan singkat dengan tarif Rp 300.000 per orang dengan short time.

Sebelum memasuki kamar, SH menerima imbalan sebagai Mucikari yakni sebesar Rp 50 ribu.

"Saat itulah kami gerebek SH dan dua orang gadis panggilan itu<" imbuh Sudarma.

Polisi mengamankan mereka di Mapolres Jembrana untuk pemeriksaan.

Pihaknya mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 600 ribu untuk pembayaran dua cewek panggilan, uang tunai Rp 50.000 sebagai jasa Mucikari SH, uang tunai Rp 50.000 yang dipakai untuk biaya sewa kamar short time.

Juga, sebuah Handphone Advance serta satu unit Hp Samsung milik kedua cewek panggilan tersebut.

Pasal yang dijeratkan kepada Mucikari Pasal 506 KUHP dengan ancaman kurungan 1 tahun penjara.
"Untuk dua wanitanya (penjaja kenikmatan) dikenakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” tandasnya.(dar)
Berita Pilihan
Berita Terbaru

Komentar Anda

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi